
DPRD Riau: Stok Raskin Ramadhan Terkendali
Rabu, 3 Juni 2015 20:35 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Sejumlah Anggota DPRD Provinsi Riau menilai untuk stok beras untuk warga miskin atau Raskin di gudang Badan Urusan Logistik Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau jelang bulan puasa Ramadan 1436 H pada tahun ini dalam kategori aman terkendali.
"Dalam rapat dengar pendapat kami dengan Bulog, mereka manyatakan untuk stok beras dalam lima bulan ke depan aman terkendali. Apalagi selama bulan puasa tahun ini," papar Ketua Komisi B DPRD Provinsi Riau, Marwan Yohanis di Pekanbaru, Rabu.
Menjelang bulan puasa Ramdahan dan perayaan hari raya Idul Fitri tahun ini, jelas dia, stok beras yang tersimpan pada gudang-gudang Bulog Divre Riau-Kepulauan Riau lebih kurang sekitar 14.000 ton.
Kemudian kapal laut yang sedang melakukan kegiatan bongkar muat dan berada di Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau mencapai 9.000 ton.
"Kalau sudah seperti itu, ¿mulai awal Juni ini stok beras di Bulog mencapai 23.000 ton. Sehingga kalau stok telah 23.000 ton adanya dengan melihat kebutuhan beras di Riau, maka saya rasa bisa dibilang aman untuk lima bulan ke depan," ungkapnya.
Syamsurizal, sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Riau meminta warga masyarakat di daerah tersebut terutama bagi mereka yang kurang mampu untuk tidak khawatir dalam menghadapi bulan puasa khususnya pasokan raskin.
Sebab, dalam waktu dekat beras yang akan masuk lagi ke provinsi ini sekitar 15.000 ton yang berarti bakal ada stok beras di Riau sekitar 38.000 ton.
"Untuk itu, kita imbau masyarakat untuk tidak resah terhadap beras ini. Kita dari komisi akan meninjau ke lapangan terkait stok beras ini, terutama ke gudang Bulog," katanya.
Kepala Bidang Operasional Perum Bulog Divisi Riau-Kepulauan Riau, Tommy Despalingga menyebut, saat ini tersedia beras dengan rincian 23.000 ton, diantaranya sekitar 14.000 ton berada di gudang dan selebihnya dalam proses bongkar sebanyak 9.000 ton.
"Sementara itu akan masuk lagi sekitar 15.000 ton di luar dari 23.000 ton yang ada sekarang, sehingga beras yang ada di Bulog nanti akan tersedia sekitar 38.000 ton atau cukup hingga bulan Desember 2015 karena kebutuhan Riau cuma 5.000 ton per bulan", terangnya.
Pewarta : Muhammad Said
Editor:
Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026

