
Dukun beranak perlu pendampingan bidan

Siak, (ANTARARIAU News) - Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Siak, Riau, Syafrilenti mengungkapkan bahwa di daerah tersebut terdapat 300 dukun beranak yang memerlukan pendampingan bidan.
Untuk memenuhi keperluan itu, Pemkab Siak akan mengirimkan bidan ke setiap desa, kata Syafrilenti pada acara wisuda Akademi Kebidanan (Akbid) Salma di Siak, Selasa.
Akbid Salma untuk pertama kalinya mewisuda sebanyak 23 orang sejak didirikan pada tahun 2008, katanya.
"Sekurangnya hingga saat ini terdata sekitar 300 orang dukun beranak yang tersebar di setiap desa. Untuk itu, mereka perlu pendampingan dari tenaga medis, yakni bidan," ungkapnya.
Melihat kondisi ini, Pemkab Siak sudah merencanakan akan mengirimkan bidan ke setiap desa. Tercatat Kabupaten Siak yang dimekarkan pada tahun 1999 ini terdiri dari 126 desa yang tercakup dalam 14 kecamatan.
Langkah ini, menurutnya, sangat penting karena peran dukun beranak bagaimanapun perlu didampingi. "Langkah pertama tentunya perlu memadukan peran ini," katanya.
Sebagaimana diketahui, idealnya satu desa itu ditempatkan empat orang tenaga kesehatan, satu orang bidan, satu orang ahli gizi anak dan ibu hamil, satu orang penyuluh KB dan satu lagi penyululan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, ke-23 wisudapun mendapatkan wejangan dari Ketua DPRD Siak, Zulfi Murzal yang menghadiri langsung acara wisuda yang digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak.
"Jadilah orang yang jujur dan menjadi tauladan di tengah-tengah masyarakat nantinya," katanya sambil mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawati angkatan I Akbid Salma ini yang akan segera terjun ke tengah-tengah masyarakat.
Selain itu, tambahnya, yang penting juga adalah jaringan para alumni nantinya. "Melalui jaringan semua bisa dirundingkan dan bila ada kendala bisa dicarikan solusi secara bersama-sama," ujarnya.
Salah satu wisudawati, Susanti (22) sangat bersyukur karena telah menyelesaikan sekolahnya di Akbid Salma.
"Akhirnya saya mampu menyelesaikan sekolah hingga tuntas dan memperoleh nilai yang sangat memuaskan," ujar Santi yang berasal dari Kecamatan Lubuk Dalam ini.
Putri ke-8 dari pasangan Ponimin (61) dan Siti Aisyah (56) ini memperoleh IPK 3,36. "Kami bangga dengan prestasi anak bungsu kami, apalagi baru inilah anak kami yang sampai ke jenjang mahasiswa," ujar Ponimin sambil menitikkan air mata.
Siti Aisyahpun tak mampu menahan haru karena bahagia. "Kalau Santi ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, kamipun akan mendukung," ucapnya terbata.
Pewarta : Rosyita
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

