Logo Header Antaranews Riau

Ketum PSPS masuk komisaris ISL

Senin, 31 Oktober 2011 14:38 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Ketua Umum PSPS H. Herman Abdullah masuk di jajaran komisaris Indonesia Super League (ISL) yang diputuskan dalam (RUPS) di Jakarta, beberapa hari lalu.

"Kita tetap ISL bukan di IPL. Bahkan, ketua umum PSPS H Herman Abdullah masuk dalam jajaran komisaris ISL. Inilah bentuk komitmen kami," kata Boy Sabirin, Asisten manajer PSPS kepada ANTARA di Pekanbaru, Senin.

Nama Herman Abdullah masuk dalam rapat RUPS yang dilakukan PT Liga Indonesia.

Rapat yang dihadiri 13 klub dari peserta ISL serta perwakilan dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI diantaranya Roberto, Erwin dan Tomi Afriani juga menentukan direktur PT LI.

Jabatan direktur dipegang Syafril Taher, sedangkan posisi Komisaris Utama Harbiansyah Hanafi.

"Masuknya Herman Abdullah dalam jajaran Komisaris ISL suatu kehormatan bagi kita," tambah Boy lagi.

Pelatih PSPS Pekanbaru Mundari Karya mendukung Herman Abdullah masuk dalam jajaran Komisaris ISL karena ini merupakan suatu kehormatan untuk PSPS sendiri.

"Ini sebuah kehormatan bagi kita yang ada di PSPS Pekanbaru, dan harapannya Dia bisa juga memberikan kontribusi untuk kemajuan persepakbolaan Tanah Air, khususnya putra Riau," ujarnya.

Sementara itu, PSPS yang tetap berkompetisi di ISL ini mendapat dukungan penuh dari pelatih PSPS Pekanbaru.

Ia mengaku sangat puas dengan keputusan PSPS yang memilih jalur di ISL karena secara hukum ini yang sah.

"Kalau kita tetap mendukung keputusan pengurus PSPS, kompetisi mana pun yang diikuti kita siap mendukung dan menjalankannya, namun jalan yang diambil PSPS sudah benar," terang mantan Pemain Timnas ini.

Menurut Mundari, PSSI telah melakukan kesalahan dan tidak menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh AFC dan FIFA. Ia menambahkan, PSSI perlu melakukan pembinaan yang baik yang sudah ada stratanya dan semua sudah ada aturannya.

Menurut Mundari, PSSI seharusnya tetap menjalankan ISL seperti musim lalu, jangan menambah dan mengurangi klub yang ada, seluruh klub berusaha untuk masuk di ISL, mulai dari Divisi III, Divisi II, Divisi I, dan Divisi Utama baru bisa masuk ke kasta tertinggi persepakbolaan nasional.

"Semua ada aturannya. Ikutilah sesuai dengan strata yang telah ditetapkan. Kita menyayangkan sikap yang telah diambil PSSI, tapi yang jelas kita siap dan menjalankan kompetisi. Saat ini kita fokuskan ke persiapan tim," ujar Mundari Karya yang juga pernah menjadi Asisten Pelatih Timnas U-23.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026