
PKS Riau "No Comment"

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPRD Provinsi Riau, Ayat Cahyadi, memilih tidak berkomentar saat ditanya ihwal rencana perombakan kabinet atau "reshuffle" oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono.
""No comment", lebih baik saya tak mengomentari soal itu," tandasnya di Pekanbaru ketika, Selasa.
Begitu juga ketika ditanyai soal isu sejumlah menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang masuk dalam daftar perombakan atau terkena "reshuffle", calon Wakil Walikota Pekanbaru itu juga memilih tidak melontarkan jawaban tegas.
"Soal itu lagi, saya tidak ada komentar. Yang jelas, semua rencana dan apa yang akan dilakukan presiden pasti untuk kepemerintahan yang lebih baik," ujarnya.
Sebelumnya Presiden Yudhoyono di kediamannya di Cikeas, Bogor, telah memanggil jajaran menteri dari PKS seperti Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Negara Riset dan Teknologi (Meristek) Suharna Surapranata serta Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri.
Kendati tidak dketahui secara jelas maksud pemanggilan empat menteri dari PKS itu, namun sejumlah pihak mengindikasikan hal tersebut ada kaitannya dengan "reshuffle" Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid dua.
Tak Beri Perubahan
Sementara itu, pakar dan pemerhati Politik Universitas Riau, Prof Dr Alimin Siregar ketika dimintai pandangannya tentang "reshuffle" atau perombakan KIB Jilid dua, mengatakan, itu tidak akan banyak memberikan banyak perubahan positif bagi negeri ini, terlebih buat daerah-daerah termasuk Riau.
"Mau siapa pun menterinya, pasti akan memiliki kepentingan, baik (demi kepentingan) kelompok atau partainya dan sebagai macamnya. Selain itu, tetap saja mereka tidak akan bisa menerapkan kebijakan sendiri atau secara perorangan," kata Alimin di Pekanbaru.
"Reshuffle" menurut dia hanya akan menjadi peluang politik dan rentan terhadap gratifikasi.
Bahkan dinilainya, para calon menteri perorangan atau yang melalui partai tertentu akan memiliki tujuan tidak luas.
"Terkesan hanya sebatas kepentingan pribadi dan kelompok atau partai pengusungnya, jauh dari harapan rakyat banyak, terutama dari daerah," tandasnya.
Jika sudah demikian, menurut Alimin Siregar, tentu dipastikan perombakan kabinet tidak akan memberikan perubahan positif yang signifikan.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

