
Bupati Kampar Minta Penyerang Polsek Dibebaskan

Bangkinang, 23/2 (ANTARA) - Bupati Kampar Burhanudin Husin meminta pihak kepolisian untuk segera membebaskan warga yang diduga terlibat dalam penyerangan kantor Polsek Kampar segera dibebaskan.
"Saya minta warga yang ditangkap polisi segera dibebaskan," kata Burhanudin saat meninjau Polsek Kampar, Rabu malam.
Menurut dia, aksi penyerangan massa dipicu oleh salah tangkap personel kepolisian. Karena itu, pembebasan warga dinilai dapat menenangkan suasana. Selain itu, ia juga meminta agar polisi bersikap tegas untuk mengusut tuntas anggotanya yang melakukan penganiayaan terhadap warga.
"Saya juga meminta warga agar bisa menahan diri dan jangan cepat terpancing informasi yang tak seimbang," ujarnya.
Kapolda Riau Brigjen Pol Suaedi Husin menyatakan insiden penyerangan warga ke kantor Polsek Kampar, Kabupaten Kampar, Rabu, diduga akibat personelnya salah menangkap warga dalam kasus judi togel.
Buntut insiden penyerangan itu, ia mengatakan polisi telah menahan empat warga yang terlibat aksi pengrusakan itu.
"Ada empat warga yang ditahan karena diduga sebagai provokator," ujarnya.
Berdasarkan informasi, ketegangan terjadi akibat polisi salah menangkap warga yang bernama Zulkifli (27) dan menganiayanya karena dinilai melawan saat proses penangkapan. Korban salah tangkap itu menderita luka cukup parah hingga harus dirawat di RSUD Bangkinang, Kampar.
Warga setempat langsung melakukan aksi protes pada Rabu siang dan pertanggungjawaban dari polisi.
Aksi warga makin beringas sekitar pukul 19.00WIB ketika massa menghujani batu ke kantor Polsek.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

