Logo Header Antaranews Riau

MoU Pemanfaatan Listrik Masih Proses Lelang

Jumat, 2 Juli 2010 17:19 WIB
Image Print
Dumai, 2/7 (ANTARA) - Nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Dumai, PLN Cabang Dumai, dan PT Wilmar tentang pemanfaatan kelebihan energi listrik masih dalam proses pelelangan pengadaan travo dan kubikel serta jaringan energi.


Kepala Bagian Distribusi PT PLN (Persero) Cabang Dumai H Asril, kepada ANTARA di Dumai, Jumat, mengatakan, Pemkot dan PLN sepakat membiayai peminjaman energi listrik Wilmar di Kawasan Industri Dumai (KID) sebesar 5 MW (6500 KVA-Red).

"Ini untuk tambahan daya listrik penyambungan arus ke rumah pelanggan antri dan memenuhi kebutuhan energi listrik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Dumai," kata Asril.

"MoU (Memorandum of Understanding/ nota kesepahaman) semula dijadwalkan pada Juni. Namun ini masih mundur hingga September 2010 disebabkan Pemkot dan PLN baru menyelesaikan tahapan proses tender pengadaan barang dan material untuk pembuatan gardu induk dan jaringan energi listrik," kata Asril.
Pemanfaatan kelebihan daya listrik KID ini menurut Asril sepenuhnya ditanggung oleh Pemkot Dumai dan PLN Cabang Dumai dengan total Rp3,8 miliar meliputi pengadaan travo berkekuatan 5 MW dan kubikel yang ditanggung Pemkot Dumai sebesar Rp 1,29 miliar.

"Sedangkan PLN bertanggungjawab sepenuhnya untuk pembiayaan pengadaan jaringan listrik yang bernilai Rp 2,5 miliar," ungkapnya.

Asril mengatakan, untuk merealisasikan komitmen MoU, sejauh ini pihaknya sudah melelang kegiatan pengadaan jaringan listrik beserta kabel yang akan dialiri listrik untuk kemudian ditransfer ke 5000 pelanggan umum dan PDAM kota Dumai pada 3 titik lokasi yang membutuhkan daya listrik sekitar 2,6 MW.

"Dalam waktu dekat ini, pelaksana kegiatan yang ditetapkan panitia akan segera memulai pekerjaan dengan membeli kebutuhan material jaringan dan kabel," ungkapnya.

Tertundanya realisasi operasi gardu induk diterangkan Asril dikarenakan panitia baru selesai melelang pekerjaan kepada kontraktor pelaksana.

"Karena pemenangnya sudah ditunjuk, maka secepatnya mereka akan bekerja mempersiapkan material kabel dan tiang untuk pemasangan jaringan ini. Kita perkirakan sekitar Agustus atau Oktober pengadaan jaringan listrik ini sudah siap untuk dioperasikan," jelas Asril.

Pihak Pemkot Dumai berwenang dalam pengadaan travo induk 5 MW.

Menurut ketua panitia pelelangan paket pengadaan travo dan kubikel pada Dinas Tata Kota dan Pertamanan, Helmi yang ditemui ANTARA, Kamis (1/7), untuk pengadaan travo dan kubikel baru selesai dilelang dan ditunjuk pelaksana pekerjaan ini yang akan dilaksanakan PT Elemecom Catur Karya yang berkedudukan di Kota Pekanbaru.

Helmi mengatakan, kegiatan pengadaan travo dan kubikel ini dianggarkan sebanyak Rp 1,29 miliar dengan masa pekerjaan selama 90 hari kerja atau diperkirakannya September 2010 sudah selesai.

"Pemenangnya sekarang sedang mengurus jaminan pelaksanaan dan selanjutnya akan kita serahkan surat perintah untuk memulai kerja. Mudah-mudahan pada September mendatang sudah bisa beroperasi gardu induk cadangan Pemkot dan PT Wilmar ini," kata dia.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026