Jenazah GBPH Cakraningrat dimakamkan di Kotagede

id Keraton yogyakarta,GBPH Cakraningrat

Jenazah GBPH Cakraningrat dimakamkan di Kotagede

Jenazah Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Cakraningrat saat hendak diberangkatkan dari Ndalem Prabukusuman menuju Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Senin. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Jenazah Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Cakraningrat, adik tiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keluarga Keraton Yogyakarta Hastorenggo, Kotagede, Yogyakarta, Senin.

Jenazah Cakraningrat tiba di Yogyakarta pada pukul 12.10 WIB dan disemayamkan di Ndalem Prabukusman di kawasan Alun-alun Kidul, Yogyakarta.

"Dimakamkam di pemakaman wayah-wayah (cucu) Dalem (Hamengku Buwono IX), makam keluarga di Kotagede," kata Adik Sultan HB X, GBPH Yudhaningrat saat ditemui di Kompleks Ndalem Prabukusuman.

Menurut Yudhaningrat, sebelum diberangkatkan menuju Pemakanan Raja-raja Kotagede, jenazah Cakraningrat akan dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta. "Ya nanti dishalatkan dulu di Masjid Gedhe," kata Yudhaningrat.

Pantauan Antara, saat jenazah tiba ratusan pelayat tampak memenuhi Ndalem Prabukusuman yang merupakan kediaman GBPH Prabukusumo.

Sejumlah karangan bunga bertuliskan ucapan bela sungkawa juga terpasang di kompleks Ndalem Parbukusuman mulai dari Kapolresta Yogyakarta, Bupati Purworejo Agus Bastian, anggota DPR RI Idham Samawi, hingga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

Sebelumnya, Gusti Bendara Pangeran Hario Cakraningrat diketahui meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng Jakarta Pusat pada Minggu (21/7) pukul 20.30 WIB.

Cakraningrat merupakan putra kedua dari istri keempat Raja Keraton Yogya Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Kanjeng Raden Ayu (KRA) Ciptamurti yang total memiliki enam putra/putri.

Baca juga: Jenazah Joyokusumo dimakamkan di Kotagede
Baca juga: Ribuan Muslim Ziarah ke Pemakaman Sultan Hasanudin Banten

 

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar