Menkes akan tinjau kondisi pengungsi terdampak gempa Maluku

id Maluku,Ambon,Menkes Nila Djuwita Moeloek,Lokasi Pengungsi

Menkes akan tinjau kondisi pengungsi terdampak gempa Maluku

Sejumlah siswa mengikuti proses belajar SDN 2 Desa Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang berlangsung di tenda pengungsian, Rabu (9/10/2019). Ratusan siswa SD kini belajar di tenda pengungsian menyusul rusaknya gedung sekolah terdampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah tersebut Kamis (26/9/2019) lalu. ANTARA FOTO/izaac mulyawan/hp (ANTARAFOTO/Izaac Mulyawan)

Ambon (ANTARA) - Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek dijadwalkan akan berkunjung sekaligus melihat kondisi pengungsi terdampak gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Kota Ambon, kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) pada 26 September 2019.

"Menkes akan tiba di Ambon pada Rabu (16/10) pagi dan langsung mengunjungi sejumlah lokasi penampungan pengungsi di Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah," kata Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Meykal Pontoh, di Ambon, Selasa.

Selain mengunjungi warga terdampak yang sedang tinggal di tenda-tenda penampungan sementara, Menkes juga akan menyerahkan bantuan logistik kesehatan.

Baca juga: 148.619 orang masih mengungsi akibat gempa di Maluku

"Saat ini sudah ada dua truk bantuan dari Kementerian Kesehatan dan nanti akan diserahkan Menkes secara simbolis di lokasi pengungsi," ujarnya.

Bantuan dari Kemenkes berupa logistik kesehatan termasuk obat-obatan, paket pemberian makanan tambahan (PMT) serta tenda untuk ibu hamil.

Menurut Meykal, Kementerian Kesehatan juga memperbantukan 20 orang dokter dan 18 orang tenaga kesehatan yang didatangkan dari beberapa daerah, untuk membantu penanganan dan perawatan para korban luka-luka akibat gempa.

Para dokter dan tenaga kesehatan yang diperbantukan tersebut disebar di tiga daerah terdampak, yakni kota Ambon, Maluku Tengah dan SBB guna membantu perawatan para korban luka-luka.

Diantara para dokter terdapat masing-masing satu ahli bedah tulang yang ditempatkan di RSUD dr. M. Haulussy serta dokter spesialis anak yang ditempatkan di kabupaten SBB.

"Dokter ahli bedah tulang sudah melakukan operasi terhadap enam orang korban gempa yang mengalami patah tulang," katanya.

Selain mengunjungi lokasi penampungan pengungsi,  Menkes Nila Djuwita juga akan melihat aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. M. Haulussy di kawasan Kudamati, kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon yang masih dilakukan di tenda-tenda.

Menkes juga akan meninjau dan melihat kondisi terkini bangunan RSUD Izak Umarella di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah yang rusak akibat guncangan gempa.

Gempa bumi tektonik magnitudo 6,8 pada 26 September 2019 pada pukul 08.46 WIT yang selanjutnya oleh Badan meteorologi dan Geofisika (BMKG) dimutakhirkan menjadi 6,5 magnitudo, mengguncang tiga wilayah di Maluku yakni Kota Ambon, kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,43 LS dan 128,46 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15,3 km arah tenggara Kota Kairatu, SBB atau pada jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada kedalaman 10 km.

Data BMKG menyebutkan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif lokal dan dirasakan di daerah Kairatu, Haruku, Tihulae, Latu, dan Ambon dalam skala intensitas V-VI MMI, mengakibatkan kerusakan lebih dari 7.000 unit rumah penduduk serta fasilitas umum dan sosial serta gedung pemerintah.

Baca juga: ACT kirim bantuan logistik ke tiga titik gempa Maluku

Pewarta : Jimmy Ayal
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar