Korban Wamena sampai di Padang dengan bekas luka bakar

id kerusuhan wamena,pengungsi wamena,perantau minang

Korban Wamena sampai di Padang dengan bekas luka bakar

Korban selamat dari peristiwa kerusuhan Wamena, Papua, Putri Yanti, saat sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (ANTARA/Fathul Abdi)

Padang, (ANTARA) - Kedatangan korban selamat dari peristiwa kerusuhan Wamena, Papua, atas nama Putri Yanti (30) diwarnai isak tangis ketika sampai di Bandara Internasional Minangkabau, Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Saya bersyukur sudah sampai di Padang dan bertemu dengan keluarga," kata Putri Yanti, diwawancarai di BIM, Kamis.

Korban yang selamat dari kerusuhan di Papua itu sampai di Padang menggunakan kursi roda, tampak beberapa luka di bagian wajah serta tangannya.

Kedatangannya langsung disambut oleh pelukan serta tangis keluarga yang sudah menunggu sejak siang.

"Rasa sakit sudah tidak ada lagi, terasa sembuh, karena saya sudah bertemu dengan keluarga," katanya.

Baca juga: Sumbar tutup bantuan untuk korban Wamena 18 Oktober 2019

Baca juga: Rp1 miliar bantuan untuk perantau Wamena tertahan di donatur

596 perantau Minang di Wamena pulang kampung


Putri adalah salah satu korban yang selamat saat kerusuhan terjadi, namun suami serta anaknya tidak dapat diselamatkan.

Ia sudah merantau ke Wamena sekitar empat tahun, sementara almarhum suami telah merantau sejak enam tahun.

Putri memilih untuk menetap saja di kampung halaman dan tidak kembali ke Wamena.

"Suami dan anak saya sudah tidak ada lagi, kios pun sudah terbakar, tidak ada lagi yang saya cari," katanya.

Salah satu kakak korban yaitu Isul, mengatakan Putri Yanti adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Ia mengaku bersyukur adiknya bisa sampai di Padang dengan selamat.

Selain keluarga, kedatangan perantau itu juga disambut oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit.*

Baca juga: Sosiolog: Pemulangan warga Minang ke kampung bukan solusi tepat

Baca juga: Sumbar hentikan pemulangan perantau dari Wamena

Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar