Pegadaian buka Program Magang Bersertifikat dengan 11 perguruan tinggi

id Magang BUMN,Pegadaian,Magang dI Pegadaian

Pegadaian buka Program Magang Bersertifikat dengan 11 perguruan tinggi

Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Peran Serta BUMN dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Vokasi" pada peringatan Dies Natalis ke-10 Program Vokasi UI, di Auditorium Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/6/2018). Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Magang Bersertifikat antara 12 Perusahaan BUMN dengan Program Pendidikan Vokasi UI sebagai bentuk komitmen membangun kompetensi SDM di Indonesia. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta (ANTARA News) - PT Pegadaian (Persero) berupaya membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dicanangkan oleh pemerintah dengan kerja sama Program Magang Bersertifikat bagi mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Hukum Pegadaian Edi Isdwiarto mengatakan program pemagangan ini merupakan bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara perguruan tinggi dan Pegadaian.

"Para mahasiswa magang nantinya akan bekerja secara langsung di bawah bimbingan staf yang telah ditunjuk oleh perusahaan dan menguasai keterampilan atau keahlian tertentu serta dikoordinasikan melalui Forum Human Capital Indonesia," kata Edi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Edi menyebutkan perguruan tinggi yang terlibat dalam program tersebut, yakni Institut Sepuluh November (ITS), Universitas Gadjah Mada (sekolah vokasi) Universitas Indo Global Mandiri,  Universitas Sari Mutiara Indonesia dan Universitas Singaperbangsa Karawang.

Kemudian, Universitas Satya Negara Indonesia, Poltek Negeri Malang, Universitas LP3I Medan, Politeknik Pos Indonesia, Universitas Alma Ata dan Universitas Darma Persada. Adapun jumlah peserta magang untuk tahap awal sebanyak 43 mahasiswa dari 11 universitas yang mengikuti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat.

Edi menjelaskan kriteria peserta yang mengikuti program tersebut terdiri atas usia paling rendah 17 tahun, sehat jasmani dan rohani serta jurusan pendidikan yang diterima disesuaikan dengan bidang kerja yang tersedia di perusahaan. 

Dalam program ini, peserta akan dibimbing oleh seorang yang ahli pada bidangnya dengan memiliki kriteria seperti kompetensi teknis dalam jabatan yang sesuai dengan program pemagangan, memiliki kompetensi metodologi pelatihan, ditunjuk melalui surat tugas (SK) dan memahami regulasi pemagangan.

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang dapat bersaing di pasar global saat ini. 

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menggalakkan  Program Magang Bersertifikat yang bekerjasama dengan 25 universitas terdiri dari universitas swasta dan universitas negeri. 

Ribuan mahasiswa akan magang pada posisi tertentu di 63 BUMN yang membutuhkan. Nantinya sebanyak 2.732 mahasiswa dari 25 universitas tersebut terdaftar pada tahap pertama program magang tersebut.

Beberapa BUMN yang melakukan Program Magang Bersertifikat bagi mahasiswa, antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Nasional Indonesia Tbk, PT Taspen (Persero), Perum Bulog, PT Waskita Karya Tbk, Perum Perikanan Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Perkebunan Nusantara III, DAMRI dan Krakatau Steel.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan keterlibatan BUMN dalam Program Pendidikan Vokasi merupakan bentuk komitmen BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mendukung kemajuan dan kemandirian bangsa.

Keterlibatan BUMN merupakan sinergi saling menguntungkan dalam membangun SDM unggul yang lahir dari program ini akan menjadi alternatif sumber rekrutmen BUMN. 
Baca juga: 8.000 mahasiswa ikuti program magang bersertifikat di 113 BUMN
Baca juga: Program "magang fair" digagas di Yogyakarta
Baca juga: 164 dosen dari seluruh Indonesia magang di 8 PTN

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar