Pasaman Barat larang perayaaan valantine

id valentine

Pasaman Barat larang perayaaan valantine

Ilustrasi - Pengunjukrasa yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Kesatuan Pelajar Muslim Indonesia (KPMI) mengusung poster dan spanduk saat aksi di Banda Aceh, Rabu (14/2/2018). Aksi mahasiswa dan pelajar itu menolak Valentine Day dan mengajak masyarakat Aceh fokus untuk memperkuat tegaknya Syariat Islam secara kafah. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Simpang Empat (ANTARA News) - Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Syahiran mengeluarkan surat himbauan kepada masyarakat agar tidak ada perayaan Valentine Day yang jatuh setiap tanggal 14 Februari.

"Surat himbauan ini sudah kita keluarkan agar diikuti karena tidak ada manfaatnya dan bertentangan dengan agama Islam," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran di Simpang Empat, Senin.

Ia mengatakan surat himbauan itu dikeluarkan dengan Nomor 450/27/Kesra/2019 berisikan agar seluruh masyarakat Pasaman Barat sama-sama memastikan tidak ada anggota keluarga yang merayakan Valentine Day terutama umat muslim.

Menurutnya, peringatan Valentine Day lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya, terutama bagi umat Islam, karena bertentangan dengan agama.

"Semoga kita terhindar dari perbuatan yang dibenci Allah SWT dan tidak sesuai norma adat masyarakat," ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh perangkat daerah tetutama camat melalui wali nagari agar mengimbau kepada masyarakat atau seluruh orang tua untuk dapat mengawasi putra-putrinya agar tidak terjebak pada perayaan Valentine Day.

Kemudian tidak melakukan hal-hal yang melanggar nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi masyarakat.

"Kepada tokoh masyarakat dan ninik mamak agar senantiasa ikut memantau dan menjaga cucu kemenakannya agar tidak ikut merayakan Valantine Day.

"Lebih baik kita isi dengan kegiatan yang positif seperti bermuhasabah dan i'tikaf agar kita semua bisa terhindar dari hal yang tidak bermanfaat," ajaknya.

Ia menambahkan agar masyarakat selalu menjaga keamanan dan ketertiban saat musim Pemilu ini.

"Jangan mudah terprovokasi dengan isu bohong. Mari hargai pilihan masing-masing dan saling menjaga situasi keamanan dan ketertiban," katanya.*

Baca juga: Disdik Kota Bogor larang siswa rayakan Hari Valentine

 

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar