Polisi ambil sampel darah keluarga korban mutilasi

id pembunuhan wni, wni hong kong, rurik caton jutting, migrant care,TKI dibunuh di Hongkong, BNP2TKI, Sumarti Ningsih, Jesse Lorena, Rurik George Caton

Polisi ambil sampel darah keluarga korban mutilasi

Foto mendiang Sumarti Ningsih, TKW korban mutilasi di Hongkong, yang tersimpan di rumahnya di Desa Gandrungmangu, Cilacap, Jateng, 3 November 2014 (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Cilacap (ANTARA News) - Tim "Disaster Victim Investigation" (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengambil sampel darah keluarga tenaga kerja wanita yang menjadi korban mutilasi di Hong Kong, Sumarti Ningsih (23).

Tim yang diketuai Kepala Bidang Subbidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jateng Ajun Komisaris Besar Polisi dr Sumy Hastry Purwanti mendatangi rumah orang tua almarhumah Sumarti Ningsih di Dusun Banaran RT 02 RW 05, Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Rabu.

Dalam hal ini, tim DVI Polda Jateng mengambil sampel darah orang tua almarhumah Sumarti Ningsih, Achmad Kaliman dan Suratmi, serta air liur anak korban, Muhammad Hafid Arnovan (5).

Sampel darah dan air liur tersebut akan digunakan untuk keperluan identifikasi.

Selain mengambil sampel darah dan air liur, tim DVI juga mendata ijazah sekolah dan membawa foto Sumarti Ningsih.

Saat ditemui wartawan usai pengambilan sampel darah dan air liur, AKBP dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan bahwa kedatangan tim DVI Polda Jateng itu atas perintah dari DVI Nasional untuk mengumpulkan data "ante mortem".

"Data ante mortem, yaitu data dari korban sebelum dia meninggal dunia. Jadi, kami mencari data dari identitas secara umum sampai sidik jari, gigi, dan dental dari kedua orang tua dan putranya," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, data ante mortem tersebut akan dikirim ke Jakarta guna diselesaikan dengan lebih cepat dan hasilnya dikirim ke Hong Kong untuk dibandingkan dengan data post mortem dari jenazah yang diduga Sumarti Ningsih.

Ia mengatakan bahwa data tersebut akan diselesaikan dalam waktu paling cepat satu minggu.


Pewarta : Sumawoto
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar