Ditpolairud Polda Jambi tetapkan nahkoda KM Wicly tersangka

id Polda Jambi, nahkoda KM Wicly tersangka,km Wicly Jaya Sakti

Ditpolairud Polda Jambi tetapkan nahkoda KM Wicly tersangka

Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol P Lumban Gaol saat memberikan keterangan kepada media atas kasus KM Wicly Jaya Sakti. ANTARA/HO-Polairud Polda Jambi

Jambi (ANTARA) - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi telah menetapkan tersangka terhadap nakhoda kapal motor (KM) Wicly Jaya Sakti bernama Aan Zahri warga Muarojambi dalam kasus tenggelamnya kapal di perairan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjab Timur pada 22 Mei lalu yang menewaskan 8 korban.

Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol P Lumban Gaol di Jambi, Selasa mengatakan penetapan tersangka nakhoda KM Wicly sesuai dengan fakta di lapangan dan keterangan para saksi yang telah diperiksa oleh penyidik.

"Dengan fakta-fakta di lapangan dan keterangan saksi ditetapkan nakhoda KM Wicly tersebut sebagai tersangka, dan menyalahi undang undang pelayaran," tutur-nya.

Baca juga: Tim DVI Polda Jambi berhasil identifikasi lima korban KM Wicly

Baca juga: Daftar nama korban dan penumpang KM Wicly Jaya Sakti


Ia juga menjelaskan kesalahan fatal yang dilakukan nakhoda yakni diduga melakukan pengangkutan penumpang atau orang, sedangkan kapal motor tersebut diperuntukkan untuk mengangkut barang.

"Untuk dokumen dan sebagainya sendiri masih layak untuk berlayar. Cuma penyalahgunaan saja, dari kapal pengangkut barang dibuat untuk mengangkut orang," ujarnya.

Untuk menetapkan nakhoda tersebut sebagai tersangka, Ditpoairud Polda Jambi telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi mulai dari penumpang dan ABK.

Akibat perbuatannya, nakhoda tersebut melanggar perundangan pelayanan dan terancam sanksi hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Sementara itu tersangka Aan saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Ditpolairud Polda Jambi.

Baca juga: Basarnas masih cari 8 penumpang KM Wicly Jaya Sakti tenggelam di Jambi

Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar