Gelombang kedua TKI dari Malaysia tiba di Sumut

id COVID-19,COVID-19 di Sumut,TKI dari Malaysia pulang ke Sumut

Gelombang kedua TKI dari Malaysia tiba di Sumut

Gelombang kedua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatera Utara yang dipulangkan dari negeri Jiran Malaysia tiba di Eks Bandara Polonia Medan. ANTARANur Aprilliana Br Sitorus

Medan (ANTARA) - Sebanyak 136 Tenaga Kerja Indonesia asal Sumatera Utara gelombang kedua yang dipulangkan dari negeri jiran Malaysia tiba di Bandara Internasional Kualanamu,  Kamis sore  dengan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH864.
 
"Gelombang kedua ini  136 orang dengan rincian laki-laki 110 orang dan perempuan 26 orang," kata Juru Bicara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah di Medan.
 
Setibanya di Bandara Internasional Kualanamu, tim gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para TKI.
 
Adapun pemeriksaan kesehatan itu mulai dari pengecekan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan kepada TKI maupun barang bawaan, dan melakukan wawancara.
Baca juga: 32.192 pekerja Indonesia pulang dari negara terdampak COVID-19
Selanjutnya dilakukan uji rapid test COVID-19 yang bertujuan untuk mencegah masuknya COVID-19 melalui TKI yang kembali dari luar negeri.
 
Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, ratusan TKI ini langsung dibawa ke Eks. Bandara Polonia Medan untuk dikarantina sebelum dikembalikan ke daerahnya masing-masing.
 
Pantauan ANTARA di Eks. Bandara Polonia Medan, para TKI itu tiba sekitar pukul 17.10 WIB. Begitu tiba, ratusan TKI ini juga harus melalui proses pemeriksaan kesehatan.
 
Sebelumnya, gelombang pertama TKI dari Malaysia tiba di Sumut pada Kamis pagi. Sebanyak 134 TKI itu dikarantina di Taman Cadika, Lubuk Pakam.
Baca juga: Pemerintah kaji skema bantuan untuk PMI pulang ke Indonesia
Baca juga: Kemnaker antisipasi kepulangan pekerja migran RI terkait COVID-19

Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar