Korban tenggelam di Sungai Pengabuan, akhirnya ditemukan

id korban tenggelam

Korban tenggelam di Sungai Pengabuan, akhirnya ditemukan

Basarnas Jambi Pos SAR Tungkal menemukan korban tenggelam di Sungai Pengabuan, Kamis (23/1/2020). ANTARA/HO-Humas Basarnas Jambi.

Jambi (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Jambi Pos SAR Tungkal menemukan Abu Bakar (38), warga Desa Kempas Jaya, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang tenggelam di Sungai Pengabuan pada Kamis (23/1) malam.

"Korban ditemukan sekitar pukul 23.15 WIB atau sebelum 24 jam setelah hilang tenggelam di sungai tersebut," kata Koordinator Pos SAR Tungkal, Mardaniansyah, di Jambi, Jumat.

Penemuan mayat korban tenggelam tersebut berdasarkan informasi dari nelayan di Desa Teluk Ketapang bernama Suaeb yang sedang melintasi sungai tersebut sekitar pukul 20,00 WIB. Ketika itu, saksi melihat suatu benda mengapung di air.

Selanjutnya, saksi menyampaikan kepada rekannya bernama Joni melalui saluran telepon yang berada di Parit Basirah Desa Kepayang. Kemudian Joni memberikan informasi tersebut kepada Hairin, kakak kandung korban dengan menggunakan telepon.

Selanjutnya, Hairin memberi informasi kepada Tim SAR Tungkal bahwa ada penemuan mayat di sekitar Parit 5 Sungai Kepayang. Setelah menerima informasi itu, tim melakukan penyisiran hingga menemukan mayat dalam keadaan mengambang di sungai tersebut.

Korban yang juga guru honorer di salah satu sekolah di daerah itu, tenggelam pada Rabu (22/1), sekitar pukul 17.30 WIB saat buang hajat di Sungai Pengabuan.

Korban terpeleset dan jatuh ke sungai hingga tenggelam dibawa arus.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, keesokan harinya tim Basarnas setempat melalukan pencarian di sungai tersebut dengan menggunakan kapal dan melakukan penyisiran ke semua area sungai tersebut.

Baca juga: Anak tenggelam ditemukan meninggal oleh tim Basarnas Kupang
Baca juga: Kapolres : Dua korban tenggelam sudah dijemput keluarga
Baca juga: Basarnas cari perempuan Indragiri Hilir hilang tenggelam di sungai

 

Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar