Pemuda kelahiran Malaysia hilang di laut setelah ribut di pesta

id Luwuk Banggai, Moilong, Desa Tou, Stepensopyan Pontoh

Pemuda kelahiran Malaysia hilang di laut setelah ribut di pesta

Sejumlah Tim SAR dari Pos SAR Luwuk milik Basarbas Palu dikerahkan mencari kapal KM Cahaya Murni yang hilang kontak di Perairan Kabupaten Banggai Laut, Selasa (5/3). (Antaranews Sulteng/Humas Basarnas)

Luwuk, Banggai (ANTARA) - Seorang pemuda berusia 29 tahun, kelahiran Malaysia, dinyatakan hilang di perairan Desa Tou, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (19/1) dini hari.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa sebelum hilang, pemuda bernama Firman alias Mang (29), warga Desa Tou, Kecamatan Moilong itu, menghadiri pesta pernikahan di wilayah itu.

Saat pesta usai dan masuk acara hiburan, Firman berselisih paham dengan pemuda setempat hingga terjadi keributan. Sekelompok pemuda yang melihat kejadian itu tak terima dengan terjadinya keributan atas ulah Firman.

Mereka pun berdebat dan keonaran kian ramai, Firman yang merasa terpojok berupaya menghindar. Massa yang kadung emosi dengan kelakuan Firman pun mengejar Firman. Pria kelahiran Malaysia itu pun lari ke arah pantai Desa Tou dan berenang ke laut.

Masyarakat yang melerai pun menunggu Firman di tepi pantai. Sayang, hingga Senin 20 Januari 2020 pukul 07.00 Wita, Firman tak juga muncul.

Baca juga: Di Laut Banggai, kapal pengangkut mesin bor alami kecelakaan
Baca juga: Kapal tenggelam di Banggai Laut, 19 penumpang masih dicari


Masyarakat yang khawatir pun melaporkan kejadian itu kepada Babinsa Tou, Kopka Feny Kumolontang, yang langsung menuju ke tempat kejadian. Seharian melakukan pencarian dan tak membuahkan hasil, pada Selasa 21 Januari 2020 sekira pukul 08.30 Wita, Kopka Feny Kumolontang kemudian melapor ke Danramil Batui.

Danramil Batui berkoordinasi dengan Polsek Toili Sektor Moilong dan aparat desa setempat. Aparat kepolisian kemudian mengumpulkan informasi terkait keributan yang terjadi saat pesta pernikahan berlangsung.

Pencarian oleh tim gabungan belum menemukan korban. Mereka hanya menemukan celana panjang, handphone, dompet berisi uang Rp400 ribu milik korban.

Pada pencarian hari ini, tim gabungan hanya menemukan sepatu korban, namun tubuh Firman belum ditemukan.

Menurut sejumlah warga Desa Tou, Firman bukan warga asli Kecamatan Moilong. Ia diketahui adalah pendatang dari wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Meski begitu, mereka mengakui bahwa korban sudah lama berdomisili di Desa Tou, Kecamatan Moilong.

Pewarta : Stepensopyan Pontoh
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar