KPK panggil dua saksi terkait pencucian uang Rita Widyasari

id RITA WIDYASARI

KPK panggil dua saksi terkait pencucian uang Rita Widyasari

Mantan Bupati Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Rita Widyasari. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari (RIW).

"Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap dua orang saksi terkait TPPU atas nama tersangka Rita Widyasari," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Baca juga: KPK tetapkan Rita Widyasari tersangka TPPU

Dua saksi itu yakni Ketua LBH Masyarakat Kalimantan Timur Fajriannur dan staf Digital Group Elviani Sabda.

KPK saat ini masih melakukan penyidikan untuk tersangka Rita terkait TPPU.

Baca juga: KPK klarifikasi penjualan perusahaan terkait pencucian uang Rita Widyasari

Seperti diketahui, Rita telah dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pondok Bambu setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 6 Juli 2018.

Rita terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp110.720.440.000 dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek.

Baca juga: KPK sita aset Rita Widyasari senilai Rp70 miliar

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Rita dijatuhi pidana penjara selama 15 tahun ditambah denda sebesar Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menerima gratifikasi Rp248,9 miliar dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek selama 2010-2017.

Namun dalam vonis, hakim mengatakan Rita hanya terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp110.720.440.000 dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek.

Baca juga: KPK sita tanah dan bangunan di Samarinda terkait TPPU Rita Widyasari

Baca juga: Rita Widyasari bantah miliki helikopter terkait TPPU

Baca juga: Dokter kecantikan diperiksa dalam kasus TPPU Rita Widyasari

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar