4.000 beasiswa disalurkan Baitul Maal 1895 bagi siswa-mahasiswa dhuafa

id Baitul Maal (BM) 1895,beasiswa,dhuafa

4.000 beasiswa disalurkan Baitul Maal 1895 bagi siswa-mahasiswa dhuafa

Mahasiswa dhuafa dari PTN dan PTN penerima Program Beasiswa Brilian yang diberikan Baitul Maal 1895 sebagai lembaga sosial dan pemberdayaan dari dana zakat sedang mengikuti "Smart Camp Pemuda Brilian" di Pondok Pesantren Kilat Al-Hikmah, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor, Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019). ANTARA/Andi Jauhari/HO-Humas BM-1895

Jakarta (ANTARA) - Baitul Maal 1895 sebagai lembaga sosial dan pemberdayaan dari dana zakat hingga 2019 telah menyalurkan bantuan beasiswa kepada sebanyak 4.000 pelajar dari tingkat SD hingga perguruan tinggi (PT) dari kalangan dhuafa di seluruh Indonesia.

"Untuk beasiswa pendidikan itu kami menyalurkan Rp1,1 miliar per bulan," kata Ketua Badan Pengurus Baitul Maal 1895 Rina Christiana kepada ANTARA di sela-sela kegiatan "Smart Camp Pemuda Brilian" di Pondok Pesantren Kilat Al-Hikmah, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor, Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa sore.

Didampingi Direktur Badan Pelaksana Baitul Maal (BM) 1895, Muhammad Sholeh, ia menjelaskan bahwa salah satu program utama lembaga itu di bidang pendidikan adalah Program Beasiswa Brilian, yang memberikan dana beasiswa untuk pelajar, dari tingkat SD hinga PT dengan jumlah sebanyak 4.000 beasiswa itu.

Selama dua hari (22-23/10) 2019, sebanyak 50 mahasiswa terpilih dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Jabodetabek dan Banten -- dari total 172 mahasiswa penerima beasiswa -- mengikuti kegiatan "Smart Camp Pemuda Brilian" itu.

Penerima beasiswa itu berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Kemudian, Universitas Trisakti, Universitas Nasional, Universitas Pamulang, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas BSI, Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fatah, Sekolah Tinggi Agama Islam Al Aqidah Al Hasyimiyah, Institut Bisnis dan Informasi Kosgoro 1957, dan Universitas As-Syafi'iyah.

Selain itu, Universitas Dian Nusantara, STKIP Pancasakti, Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri, Universitas Persada Indonesia Y.A.I, dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI.

Ia menjelaskan "Smart Camp Pemuda Brilian" merupakan salah satu program BM-1895 di bidang pendidikan yang bertujuan membangun karakter SMART (Semangat, Kebangsaan, Merakyat, Amanah, Religius dan Tanggung Jawab).

Peserta program, kata dia, merupakan mahasiswa PTN dan PTS yang telah terpilih melalui proses seleksi.

"Selain mendapatkan bantuan dana pendidikan per bulan, mereka juga mendapatkan pembinaan," kata Rina Christiana.
Kegiatan "Smart Camp Pemuda Brilian" sebagian mahasiswa dhuafa dari PTN dan PTN penerima Program Beasiswa Brilian yang diberikan Baitul Maal 1895 d di Pondok Pesantren Kilat Al-Hikmah, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor, Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019). (FOTO ANTARA/Andi Jauhari/HO-Humas BM-1895).


Berkompetisi global

Sementara itu, Direktur Badan Pelaksana Baitul Maal (BM) 1895, Muhammad Sholeh menambahkan lembaga itu memiliki misi mendorong upaya menghadirkan manusia Indonesia yang berperan aktif dan mampu berkompetisi dalam persaingan global.

Hal itu dilakukan melalui upaya peningkatan kapasitas pemuda, yang diwujudkan melalui Program Beasiswa Brilian itu.

Program Beasiswa Brilian, katanya, merupakan beasiswa yang diberikan kepada penerima manfaat yang masuk kriteria "mustadh'afin" dengan jenjang pendidikan SD hingga PT.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas program, kata dia, maka perlu diadakan program pembinaan -- khususnya di jenjang PT -- bagi penerima manfaat melalui Program Pemuda Brilian itu.

"Program ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi penerima manfaat dalam bentuk pelatihan 'soft skill' dan 'hard skill'," katanya.

Ia menambahkan, selama dua hari kegiatan itu dihadirkan sejumlah narasumber dan motivator, di antaranya General Manager Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) Dwi Iqbal Noviawan, materi "social entrepreneurship" oleh Bambang Suherman, generasi penghafal Al Quran oleh ustadz Bobby Herwibowo, dan Itasia Dina Sulvianti, motivator pendidikan dan pendiri IDS Rumah Pendidikan Indonesia dengan materi "Pemuda Agen Perubahan".

Baca juga: Dari Aceh sampai Papua YBM-BRI salurkan bantuan Rp8 miliar

Baca juga: Beasiswa santri dan asatidz sangat dibutuhkan

Baca juga: YBM-BRI salurkan paket bingkisan pendidikan Ramadhan yatim-dhuafa

Pewarta : Andi Jauhary
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar