Rektor harap program Presiden bantu pengembangan IAIN pascatsunami

id IAIN Palu,pasigala,padagimo,setahun bencana sulteng,tsunami

Rektor harap program Presiden bantu pengembangan IAIN pascatsunami

Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd. ANTARA/Muhammad Hajiji

Palu (ANTARA) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengharapkan program Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin membantu percepatan pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tersebut, pascatertimpa gempa disertai tsunami.

"Semoga program-program yang dijalankan oleh dua pemimpin bangsa ini, dapat berimplikasi langsung pada pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia, terlebih pada IAIN Palu," ucap Prof Sagaf Pettalongi di Palu, Senin.

Baca juga: Rektor harap anggota DPR dari Sulteng bantu pengembangan IAIN Palu

IAIN Palu, menjadi satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Islam negeri terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah yang terdiri dari dua belas kabupaten dan satu kota.

Cakupan wilayah Sulawesi Tengah yang begitu luas dan besar, berdampak langsung terhadap daya tampung dan pemenuhan kebutuhan masyarakat oleh IAIN Palu.

Baca juga: Setahun Tsunami, Rektor: Kegiatan akademik di IAIN Palu telah pulih

Tantangan utama yang dihadapi oleh IAIN Palu pascabencana yakni, minimnya dukungan infastruktur dan sarana prasarana untuk menunjang upaya-upaya pencerdasan generasi lewat akademik.

Hal itu karena, IAIN Palu menjadi salah satu komponen paling parah yang terdampak gempa disertai tsunami pada 28 September 2018.

Baca juga: IAIN setuju usulan ADB rancang gedung tahan gempa dan responsif gender

Disisi lain, IAIN Palu dituntut untuk menjalankan peran dan fungsinya secara maksimal untuk mendukung pemerintah utamanya dalam upaya pembangunan sumber daya manusia.

Karena itu, dibutuhkan peran dan dukungan langsung dari pemerintah pusat di Jakarta, untuk membangun infastruktur dan sarana prasarana dari sisi fisik, dari non-fisik percepatan pengembangan transformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Prof Sagaf mengemukakan, menjadi UIN bukan hanya cita-cita civitas akademik IAIN Palu, melainkan cita-cita masyarakat Sulawesi Tengah.

"Menjadi UIN bukan hanya cita-cita civitas akademika IAIN Palu, tetapi juga cita-cita dan harapan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah. Sebab perubahan status akan memberikan ruang yang luas pada masyarakat dalam aksesibilitas pendidikan, khusus-nya di bagian timur Indonesia dan Sulawesi Tengah," ujar Prof Sagaf yang merupakan Guru Besar Managemen Pendidikan.

Proposal alih status IAIN Palu telah masuk ke Kementerian Agama RI di Jakarta. Dengan begitu, IAIN Palu siap berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya untuk menjadi UIN. IAIN Palu bersama Pemprov Sulteng telah melangsungkan presentasi peralihan status di Kemenag RI di Jakarta.

Menjadi UIN, memudahkan IAIN Palu berhadapan dengan kompleksnya tuntutan masyarakat serta perkembangan zaman. Karena, kompleksnya tuntutan dan tantangan membuat IAIN Palu harus mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan itu.

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar