Imam Istiqlal titip penyelesaian akar masalah agama pada Jokowi-Amin

id Nasaruddin umar,Ignatius suharyo,Jokowi,akar masalah agama,Imam Besar Masjid Istiqlal

Imam Istiqlal titip penyelesaian akar masalah agama pada Jokowi-Amin

Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar berbicara kepada wartawan usai Kuliah kebangsaan Kita Bersatu Membangun Indonesia: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya Untuk Indonesia Raya, Jakarta, Kamis (17/10/2019). (FOTO ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Imam Besar Masjid Istiqlal KH Prof Nasaruddin Umar menitipkan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di periode 2019-2024 untuk menyelesaikan masalah agama dari akarnya dan dikelola dengan baik.

"Masalah keagamaan yang perlu di-'manage' (kelola) dengan baik. Saya khawatir kalau kita melakukan pembiaran terhadap gerakan-gerakan radikal seperti sekarang ini. Jadi perlu ada semacam sistem proteksi yang mendasar, yang dirancang sedemikian rupa ke depan, jangan kita hanya menyelesaikan persoalan-persoalan di permukaannya, tapi tidak mengerti persoalan mendasarnya, nah itu perlu pendalaman, perlu ahli untuk itu," kata Nasaruddin dalam Kuliah kebangsaan Kita Bersatu Membangun Indonesia: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya Untuk Indonesia Raya, Jakarta, Kamis.

Untuk sistem proteksi itu, kata dia, maka perlu melihat dan membedah bukan saja satu agama tapi semua agama dan kepercayaan di Indonesia untuk melakukan peninjauan kembali hal-hal yang mungkin perlu diberikan penjelasan secara komprehensif dan jelas melalui berbagai media, termasuk secara tertulis kepada umat beragama sehingga menghindari hal-hal yang berpotensi konflik atau memecah belah bangsa Indonesia.

"Yang saya inginkan adalah mari kita melakukan sesuatu yang sangat mendasar kira-kira potensi apa yang menimbulkan konflik keagamaan di masa depan itu kita selesaikan di awal, jangan nanti muncul akibatnya baru kita seperti mau memadamkan api secepat itu," ujarnya

"Kita perlu merawat kebinekaan ini dengan memikirkan ke depan 50 tahun akan datang wujud masyarakat seperti apa yang akan kita hadirkan, bangsa seperti apa yang kita akan wujudkan, jadi sudah ada 'road map' (peta jalan) -nya," ujarnya.

Nasaruddin juga berharap agar menteri agama yang akan bergabung di kabinet Jokowi mendatang adalah orang yang profesional yang dapat mengidentifikasi masalah keagamaan dan potensi konflik yang bisa terjadi sehingga mampu menanganinya secara baik untuk menghindari dampak buruk kepada masyarakat dan persatuan bangsa Indonesia.

"Siapapun menterinya itu terserah presiden, tapi saya cuma merekomendasikan hendaknya masalah keagamaan itu diselesaikan oleh pemerintah dengan baik. Saya khawatir kalau persoalan keagamaan kita di Indonesia ini tidak diselesaikan dengan baik, terlambat kita melakukan sesuatu, dan jikalau segalanya terlanjur akan lebih sulit untuk kita menyelesaikan, jadi perlu orang-orang profesional," kata Nasaruddin Umar.

Sementara itu, Kardinal dan Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo Pr meyakini pemerintahan lima tahun mendatang di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah mempunyai pikiran besar untuk memajukan bangsa Indonesia.

Dia berpesan agar para pemimpin negara Indonesia dan menteri kabinet Jokowi dapat berkerja dengan baik menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia adil, makmur dan sejahtera.

Baca juga: Imam besar: Indonesia perlu cetak biru wujud bangsa 50 tahun ke depan

Baca juga: Nasaruddin: cagar budaya Masjid Istiqlal segera direnovasi

Baca juga: Imam Besar Istiqlal: masjid hati-hati berikan informasi

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar