Pasien serangan jantung di RS Zainoel Abidin 72 persen akibat perokok

id Aceh,Pemerintah Aceh,Pemprov Aceh,Banda Aceh,RSUDZA,Serangan Jantung

Pasien serangan jantung di RS Zainoel Abidin 72 persen akibat perokok

Ketua Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Aceh, dr Adi Purnawarnan SpJP. ANTARA/Khalis

Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Aceh, dr Adi Purnawarnan SpJP mengatakan hampir 72 persen pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang menderita serangan jantung merupakan akibat dari merokok.

"Data kriteria pasien yang masuk ke rumah sakit Zainal Abidin menunjukkan bahwa hampir 72 persen pasien serangan jantung itu perokok, hanya 20 persen lebih yang bukan perokok," katanya, di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Adi di sela-sela memberi materi dalam kegiatan penyuluhan, pencegahan penyakit pada Peringatan Hari Jantung Dunia, di balai kota Banda Aceh.

Baca juga: Gunakan rokok elektronik hanya pindahkan masalah, kata dokter jantung

Dia menjelaskan, insiden dan prevalensi terhadap penyakit ini makin lama maka semakin lebih tinggi dan variasi umur masyarakat yang terkena penyakit serangan jantung itu semakin muda.

"Pasien serangan jantung paling muda kita tangani itu di usia 24 tahun. Faktor resikonya adalah perokok. Jadi hampir mayoritas yang terkena serangan jantung itu adalah perokok dan sudah lebih ke usia muda," kata dokter spesialis penyakit jantung RSUDZA itu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin mengatakan penyumbang terbesar resiko kematian akibat penyakit jantung disebabkan oleh kebiasaan merokok sehingga pemerintah kota terus mengkampanyekan kepada masyarakat untuk hidup sehat bebas dari asap rokok.

"Dokter tadi menyebutkan diantara penyebab kematian akibat penyakit jantung itu, karena pola hidup, kebiasaan merokok itu salah satu penyumbang terbesar," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah kota Banda Aceh akan mempersempit ruang-ruang publik selama ini digunakan untuk seseorang merokok.

Dan pemerintah telah memiliki dasar qanun nomor 5 tahun 2016 dan peraturan walikota (Perwali) yang mengatur khusus tentang kawasan tidak boleh merokok.

Baca juga: Makan sehat olahraga dan jauhi rokok cegah penyakit jantung
Baca juga: IDAI: bayi dari ibu merokok berisiko kelainan jantung

 


Pewarta : Khalis Surry
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar