Indef: Pemerataan kualitas pendidikan picu produktivitas meningkat

id Indef,Indonesia Sentris,Pendidikan

Indef: Pemerataan kualitas pendidikan picu produktivitas meningkat

Peneliti Indef Rusli Abdullah. (ANTARA News/Ade Irma Junida)

Jakarta (ANTARA) - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa pemerataan kualitas pendidikan akan memicu produktivitas rakyat Indonesia meningkat.

"Selama ini kualitas pendidikan di Jawa relatif lebih baik dibandingkan dengan daerah lainnya. Akibatnya, produktivitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat di luar Jawa relatif rendah. Karena itu, salah satu hal utama membangun Indonesia sentris ialah pendidikan," ujar peneliti Indef Rusli Abdullah ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan pendidikan merupakan pelayanan dasar yang mutlak diberikan kepada warga negara. Pelayanan pendidikan yang dimaksud adalah akses sekolah gratis hingga tingkat Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/SMK).

Baca juga: INDEF harapkan kenaikan anggaran DPR diringi peningkatan kinerja

Di sisi lain, kualitas pendidikan juga menjadi kunci tingkat produktivitas sumber daya manusia. "Kualitas pendidikan melalui pemerataan guru, itu juga perlu," ujarnya.

Selain pendidikan, lanjut dia, layanan dasar lain yang juga harus mudah diakses rakyat adalah kesehatan.

"Akses pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau bagi warga non miskin dan gratis bagi warga miskin," kata Rusli.

Ia menambahkan upaya untuk meningkatkan produktivitas rakyat juga perlu diperhatikan mengenai pemberian upah yang layak, serta menjaga inflasi agar daya beli rakyat terjangkau.

"Penentuan upah di Indonesia saat ini saya kira sudah baik dalam artian sudah memberikan perhitungan pasti kepada pengusaha. Perhitungan upah minimum provinsi (UMP) adalah persentase pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi," paparnya.

Ia menilai UMP saat ini sudah mencukupi, karena UMP yang ada sudah disusun berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

"Yang membuat tidak cukup adalah jika inflasi yang tidak terkendali melebihi target pemerintah, biaya transportasi yang mahal antara rumah pekerja dengan tempat pekerja," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaan Sidang Kabinet Paripurna bertopik "Evaluasi Pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan Persiapan Implementasi APBN Tahun 2020" di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10/2019) mengarahkan agar reformasi pemerataan kualitas pendidikan menjadi fondasi dalam peningkatan kualitas SDM, serta program latihan kewirausahaan, "entrepreneurship' yang dimiliki masing-masing kementerian dan lembaga bisa disinergikan.

Baca juga: Indef: Regulasi investasi yang fleksibel dapat pulihkan daya saing
Baca juga: INDEF: PIMD dapat perkecil defisit neraca perdagangan

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar