IJTI Jambi bagikan 2.000 masker kepada pengendara, atasi asap karhutla

id Bagi masker IJTI jambi,kebakaran hutan,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla,karhutla

IJTI Jambi bagikan 2.000 masker kepada pengendara, atasi asap karhutla

Anggota IJTI Jambi membagikan masker kepada pengguna jalan di kawasan Tugu Keris Kota Jambi, Rabu (18/9/2019). ANTARA

Jambi (ANTARA) - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jambi membagikan 2.000 masker kepada pengendara dan pengguna jalan di kawasan Tugu Keris Siginjai, Kota Baru, Jambi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak kabut asap karhutla.

Ketua Pengurus Daerah IJTI Jambi Nugroho Kusuma di Jambi, Rabu, mengatakan pembagian 2.000 masker secara gratis itu sebagai bentuk kepedulian sosial pihaknya kepada masyarakat Kota Jambi terhadap situasi kabut asap karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang semakin tebal di daerah itu.

"Semoga dengan adanya pembagian 2.000 masker ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat agar terhindar dari penyakit yang diakibatkan kabut asap", kata dia.

IJTI Jambi juga mengapresiasi usaha Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla) dalam mengatasi karhutla di daerah setempat.

Baca juga: Riau sebar 1,5 juta masker selama kabut asap

Sebagai jurnalis, pihaknya juga terus mengawal melalui pemberitaan tentang penanganan karhutla.

"Kami juga menyajikan berita terkini dan terpercaya kepada masyarakat tentang karhutla," ujar Nanang.

Ia mengharapkan masalah karhutla dengan kabut asap di daerah itu cepat ditangani sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.

Kalangan jurnalis televisi di daerah itu juga berdoa kepada Allah SWT agar menurunkan hujan untuk membantu penanganan karhutla sehingga udara di Jambi dapat kembali normal.

Alat pemantau udara di bundaran Tugu Keris Siginjai menunjuk titik udara yang sangat tidak sehat. Hal itu, dikeluhkan pengguna jalan, terutama yang memiliki pekerjaan di luar ruangan.

Qori, salah seorang pengemudi ojek daring, mengaku terganggu kabut asap karhutla karena berkurangnya orderan.

"Bagi kami yang mencari nafkah di jalan sangat terganggu karena berkurangnya orderan dari 'custamer', itu dampak dari banyaknya asap jadi orang malas beraktivitas di luar menggunakan ojek 'online'," katanya.

Para pengguna jalan di kota itu juga berharap kepada pemerintah segera menyelesaikan masalah karhutla dan melakukan pencegahan agar tidak lagi terjadi pada masa mendatang.

Baca juga: Peduli bencana asap karhutla, Baguna PDIP Kalbar bagikan ribuan masker
Baca juga: Disdik: Guru fokuskan kegiatan di ruangan sikapi asap karhutla

Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar