Bersama Iriana Jokowi, Pegadaian berikan edukasi pengolahan sampah

id iriana jokowi,pegadaian,pengolahan sampah

Bersama Iriana Jokowi, Pegadaian berikan edukasi pengolahan sampah

Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Joko Widodo bersama PT Pegadaian (Persero) melakukan kegiatan edukasi pengolahan sampah melalui Gerakan Indonesia Bersih di Kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat. (Pegadaian)

Jakarta (ANTARA) - PT Pegadaian (Persero) berkesempatan menjadi bagian dari kunjungan kerja kegiatan edukasi pengolahan sampah melalui Gerakan Indonesia Bersih bersama dengan Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Joko Widodo di Kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kegiatan ini, perseroan berkesempatan memberikan edukasi terkait pengolahan sampah menjadi tabungan emas sesuai panduan CSR (Corporate Social Responsiblility) Pegadaian Bersih-Bersih yang terdiri atas tiga program yaitu Pro Planet (bersih-bersih lingkungan), Pro Profit (bersih-bersih administrasi), dan Pro People (bersih-bersih hati).

"Program bersih-bersih Pegadaian ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar, di mana masyarakat dapat mengubah dan mengolah sampah menjadi tabungan emas. Hingga saat ini program tersebut sudah tersebar di 56 kota besar di seluruh Indonesia," kata Kepala Divisi Kemitraan Bina Lingkungan (KBL) PT Pegadaian Hertin Maulida melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Selain memilah sampah menjadi emas, Hertin menambahkan bahwa program Bersih-Bersih Pegadaian juga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah, dan mendorong inklusi keuangan serta kesejahteraan hidup masyarakat.

Proses pengelolaan sampah di program tersebut dinilai selektif karena harus memisahkan sesuai jenis sampah antara organik dan nonorganik. Pengolahan sampah dimulai dari pemilihan sampah yang diambil dari sampah rumah tangga yang berdasarkan jenis sampah seperti organik dan anorganik.

Baca juga: Teknologi pengolahan sampah elektronik sedang dirancang BPPT

Dengan demikian, sampah-sampah yang sudah dikumpulkan dapat melalui proses penyetoran, penimbangan, penghitungan, hingga tahap akhir hasil penimbangan dan konversi jumlah sampah ke dalam tabungan emas.

"Ibu Negara Iriana berharap Kali Bahagia tidak lagi tertutup sampah plastik, kesadaran warga di Babelan juga diharapkan meningkat untuk menekan sampah plastik melalui sosialisasi dari posyandu, tokoh masyarakat, dan unsur RW," kata Hertin.

Saat ini Indonesia merupakan penghasil sampah dengan jumlah rata-rata produksi sampah mencapai 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun.

Melalui Gerakan Indonesia Bersih, pemerintah semakin giat memaksimalkan penerapan 3R (reduce, recycle, reuse) demi perbaikan pengelolaan sampah yang lebih baik di Indonesia.
Baca juga: Iriana ajak pengajar PAUD waspadai stunting

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar