Mahfud MD: Anak bangsa lanjutkan pemikiran BJ Habibie

id BJ Habibie wafat

Mahfud MD: Anak bangsa lanjutkan pemikiran BJ Habibie

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD. (ANTARA/ (Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengatakan anak bangsa harus melanjutkan berbagai pemikiran yang telah disumbangkan oleh Presiden ketiga RI BJ Habibie.

"Kita harus melanjutkan apa yang telah diperjuangkan beliau, mengembangkan apa yang telah disumbangkannya," kata dia usai melayat ke rumah duka BJ Habibie yang terletak di Jalan Patra Kuningan XIII nomor satu, Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut sosok BJ Habibie merupakan sosok luar biasa, tidak hanya memikirkan pribadi tetapi juga rela mengobarkan seluruh yang dimilikinya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Baca juga: Ahok: Masyarakat Indonesia tidak akan lupa karya BJ Habibie

Sebagai contoh, pada 1998 jika mantan Wakil Presiden RI ketujuh tersebut mau bertahan secara konstitusi, maka BJ Habibie bisa jadi Presiden RI hingga 2003. Namun, suami almarhum Hasri Ainun Besari itu menolak.

"Tapi beliau langsung mengumumkan ingin mengadakan Pemilu agar rakyat memilih pemimpinnya sendiri melalui Pemilu yang baik," ujar dia.

Baca juga: Kenangan BJ Habibie di Lantai 9 PT Dirgantara Indonesia

Dalam kesempatan itu Mahfud MD juga menyampaikan rasa belasungkawanya atas kepergian salah seorang putra terbaik Tanah Air. Namun, masyarakat Indonesia diimbau agar ikhlas melepaskan kepergiannya.

Sebelumnya, Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB.

Suami almarhum Hasri Ainun Besari tersebut mangkat pada usia 83 tahun dengan meninggalkan dua anak yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Baca juga: Kemensos siapkan makam BJ Habibie tepat disebelah Ainun

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar