Peserta SMN 2019 Sumut akhiri kunjungan di Sulawesi Tengah

id smn,bumn,bhun,ptpn iv

Peserta SMN 2019 Sumut akhiri kunjungan di Sulawesi Tengah

Peserta Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sumatera Utara berkesempatan mengenakan pakaian adat Sulawesi Tengah dalam salah satu kesempatan kunjungan ke Palu. (Antara Sumut/ist)

Medan (ANTARA) - Peserta Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 asal Sumatera Utara mengakhiri kegiatan selama enam hari, 16-21 Agustus 2019, di Sulawesi Tengah dengan mengunjungi sejumlah tempat di daerah itu.

"Tadi pagi pukul 07.30 Wita kami sudah berangkat dari Bandara Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, Palu, dengan pesawat Batik Air dan transit di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Kualanamu," kata pendamping peserta SMN asal Sumut Turino Januar Budyanto di Medan, Rabu.

Kassubag Pengembangan SDM PTPN IV itu, menjelaskan selama di Sulawesi Tengah, peserta SMN melaksanakan sejumlah agenda mulai pembukaan dan penyambutan oleh Asistem Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulawesi Tengah Dr Ir Bunga Elim Somba, dilanjutkan kunjungan ke SMAN 3 Palu, lokasi daerah terdampak gempa dan likuifaksi di Petobo, masjid terapung dan melihat pemandangan Kota Palu dari puncak bukit.

Peserta SMN juga mengikuti upacara peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Lapangan Madani Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, dan berkesempatan secara bersama-sama ikut dalam Tarian Dero.

Tarian Dero merupakan salah satu khasanah budaya yang melekat pada Suku Kaili di Sulawesi Tengah. Tarian Dero merupakan tarian silaturahim, tarian membangun persaudaraan yang ditandai dengan berpegangan tangan dalam memperagakan Tarian Dero.

Mereka juga mengikuti program bela negara, bina mental, PBB, dan pengenalan senjata di Kodim 1306/Donggala serta berkunjung ke Rumah Kreatif BUMN (RKB) Telkom Palu, dan Museum Sulawesi Tengah.

Hari terakhir SMN ditutup dengan renungan terhadap kejadian di Sulteng yang dirangkai dengan perkenalan alat musik khas Sulteng serta tarian oleh Sanggar Soraja di Kampung Lere.

"Malam itu penuh dengan tangisan karena kedekatan yang terjalin peserta SMN, pendamping dengan orang tua asuh selama di Sulteng," katanya.

Ia mengatakan perjalanan di Sulteng memang terasa singkat bagi peserta SMN untuk mengenal budaya nusantara secara dekat dan langsung.

Namun. ternyata dalam waktu yang singkat tersebut keterikatan sesama mereka dan warga setempat dapat terjalin dengan baik.

ia juga menyampaikan harapan melalui Program SMN tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan terhadap budaya, adat istiadat, dan bahasa di Sulteng.

"Namun silaturahim antara siswa dengan penduduk setempat tetap terjalin dengan baik. Sulteng kuat Sulteng bangkit. Kita Sumut cinta Sulteng karena kita Indonesia," katanya.

Program SMN 2019 diikuti 35 siswa berasal dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, termasuk dua di antaranya siswa berkebutuhan khusus. Mereka berangkat ke Sulawesi Tengah.

PIC dari Program SMN 2019 di Provinsi Sumatera Utara, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV dan Co-PIC PT Kawasan Industri Medan (KIM) dan Jasa Tirta I.

Siswa dari Sulawesi Tengah yang berangkat ke Sumatera Utara 23 orang ditambah tiga guru pendamping yang dikoordinir PT Inalum bersama BGR Logistic.

Baca juga: 30 peserta SMN dari Riau tinggalkan Yogyakarta
Baca juga: SMN Sulawesi Tenggara promosikan Pulau Lengkuas di medsos

Pewarta : Juraidi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar