SMN NTT kunjungi perkebunan teh Kayu Aro Kerinci

id jambi, smn, bhun, jambi, bumn hadir untuk negeri

SMN NTT kunjungi perkebunan teh Kayu Aro Kerinci

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat penjelasan dari tim pendamping dari PTPN6 terkait jenis pucuk teh berkualitas dari Perkebunan Teh Kayu Aro Kabupaten Kerinci di sela-sela kunjungan ke perkebunan di lereng Gunung Kerinci itu. Program SMN 2019 di Provinsi Jambi difasilitasi PT Semen Baturaja, Jiwasraya dan PTPN6. (Foto Dodi Saputra/Antaranews)

Jambi (ANTARA) - Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengunjungi Perkebunan Teh Kayu Aro yang dikelola PTPN VI di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, Senin.

Peserta SMN NTT sebanyak 25 orang terdiri dari siswa SMA/SMK ditambah tiga siswa SLB itu terlihat takjub melihat hamparan perkebunan teh tertinggi ke dua di dunia itu. Bahkan siswa diberi kesempatan memetik langsung daun teh yang siap panen atau yang dijadikan teh.

Kunjungan peserta SMN NTT ke Perkebunan Teh Kayo Aro itu didampingi langsung Manager Uni Usaha Kayu Aro, Fadli Wahyudi didampingi Asisten Kepala Unit dan Asisten SDM Umum Unit Usaha Kayu Aro.

Baca juga: Peserta SMN Sumut berkunjung ke Museum Sulawesi Tengah

Peserta SMN ketika mengunjungi perkebunan teh tepat di depan Gunung Kerinci tersebut mendapat penjelasan langsung dari Asisten SDM Umum Unit Usaha Kayu Aro, Kamiyanto. Secara detail Kamiyanto menjelaskan mulai dari berdirinya perkebunan, proses penanaman, pemanenan daun teh hingga menjadi teh yang siap dipasarkan.

Salah satu peserta SMN NTT, Karlin, terlihat takjub melihat hamparan perkebunan teh yang dikelola PTPN VI tersebut. Ia merasa beruntung ikut program pertukaran pelajar yang diinisiasi Kementerian BUMN.

"Senang sekali bisa sampai ke sini, melihat perkebunan teh terluas di Indonesia dan langsung bisa melihat Gunung Kerinci, gunung api tertinggi di Indonesia," kata Karlin.

Senada dikatakan Cristine, ia menyebut menjadi peserta SMN yang merupakan salah satu program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) adalah suatu kebanggaan tersendiri karena siswa lainnya belum tentu bisa menikmati kesempatan ini.

Baca juga: Peserta SMN dari Sulawesi Utara berkunjung ke Pabrik Kopi Banaran

"Senang, banyak dapat ilmu. Nanti di NTT saya ceritakan kepada teman-teman di sana, bahwa Jambi itu indah sekali, di sana tidak ada yang seperti ini. Apalagi di Kerinci ini, saya terpesona sekali pemandangannya," kata Cristine.

CO PIC program SMN dari NTT, Benni Wahyu P selaku pendamping peserta dari PT Garam, mengatakan, dari kunjungan siswa ke beberapa lokasi di Jambi termasuk di Kerinci, diwajibkan bagi mereka mempresentasikan hasil kunjungan mereka dihadapan pendamping sebelum pulang ke NTT. Kemudian mereka membuat diary tentang perjalanan dan pengalaman mereka selama di Jambi.

PIC PT Semen Baturaja, Afrizal mengatakan, selain mengunjungi perkebunan Teh Kayu Aro, peserta SMN juga berkesempatan mengunjungi pabrik pembuatan teh Kayu Aro, pabrik pembuatan gula tebu dan pabrik kopi binaan PTPN VI.

Selain itu, peserta SMN juga mengunjungi pabrik kentang dan dodol Kerinci serta mengunjungi beberapa objek wisata di Kerinci. Selanjutnya setelah dari Kabupaten Kerinci peserta SMN menuju Kabupaten Merangin mengunjungi objek wisata Geopark Merangin dan mengunjungi Suku Anak Dalam (SAD).

Seperti diketahui, peserta SMN NTT akan mengikuti serangkaian kegiatan pertukaran pelajar atau SMN di Provinsi Jambi dari tanggal 15-23 Agustus 2019.

Tahun 2019, dalam program BHUN salah satunya SMN, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Personal In Charge (PIC) bersama dengan Asuransi Jiwasraya dan PTPN VI sebagai Co PIC.

Yang mana pada SMN 2019 ini, sebanyak 20 orang siswa SM/SMK ditambah tiga siswa difabel (SLB) asal Provinsi Jambi dikirim ke Provinsi NTT dan sebaliknya 22 siswa SMA/SMK dan tiga siswa difabel NTT dikirim ke Jambi difasilitasi BUMN pelaksana yakni PT Pelindo III dan PT Garam.

Baca juga: SMN Sulsel diperkenalkan kuliner Papua

 

Pewarta : Syarif Abdullah dan Dodi Saputra
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar