Pertumbuhan Pembangkit Listrik EBT Terus Digenjot

id pertumbuhan pembangkit, listrik ebt, terus digenjot

Pertumbuhan Pembangkit Listrik EBT Terus Digenjot

Jakarta, (Antarariau.com) - Langkah pemerintah dalam rangka meningkatkan persentase bauran energi baru terbarukan (EBT) sebanyak 23 persen pada 2025 mendatang terus mendapatkan dukungan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berkomitmen penuh untuk mewujudkan target tersebut guna mewujudkan energi berkeadilan untuk kesejahteraan rakyat dan investasi berkelanjutan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, saat ini pihaknya mengembangkan pembangkit listrik berbasis EBT secara masif di Pulau Jawa. Pada tahun ini, proyek yang dikembangkan ialah PLTS Cirata dan PLTW di Sukabumi Selatan.

"PLN fokus pengembangan EBT di Pulau Jawa. Kita ingin Cirata 200 MW dan di Sukabumi Selatan 150 mw," katanya di sela-sela acara Pertambangan dan Energi Expo 2017 di Jakarta, Selasa (26/9).

Menurutnya, hingga September 2017 ini sekitar 60 independent power producer (IPP) yang berbasis EBT telah menandatangani power purchasing agreement (PPA) dengan PLN.

Pemerintah terus menggenjot penggunaan pembangkit EBT. Bahkan, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merubah paradigma terhadap EBT, dari yang sebelumnya dianggap sebagai energi alternatif, menjadi energi utama.

Dirjen EBTKE Rida Mulyana mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya EBT yang lengkap; dari langit, bumi, hingga air. "Jadi, tunggu apa lagi untuk segera menjadikan EBT yang utama," ujarnya.

Sebagai negara yang terletak di sepanjang garis katulistiwa, Indonesia diberkahi setidaknya enam sumber daya EBT yakni, energi air, surya, panas bumi, angin, bioenergi, dan arus laut. Total potensi kapasitas EBT dari keenam sumber daya tersebut diproyeksikan mencapai 441,7 GW. Sedangkan, kapasitas yang baru terealisasi saat ini hanya sebesar 8,89 GW.