
Inter Bermain Imbang 0-0 Dengan Milan

Milan, (Antarariau.com) - Inter Milan gagal mendapat penalti pada babak kedua, dan kiper AC Milan Diego Lopez tampil heroik pada pertandingan "Derby della Madonnina" yang berakhir imbang tanpa gol pada Minggu (Senin WIB).
Inter, yang tertinggal satu angka di belakang Milan di peringkat kesepuluh ketika kedua tim meneruskan pertarungan mereka untuk mendapat tempat di Eropa, mendominasi pertandingan babak kedua di San Siro yang penuh sesak oleh penonton.
Namun meski bola sempat mengenai tangan bek Milan Luca Antonelli setelah tembakan jarak dekat dari gelandang Brazil Hernanes, pasukan Roberto Mancini dipaksa puas berbagi satu angka.
Mancini membangkucadangkan Lukas Podolski dan Xherdan Shaqiri, di mana pemain muda Pantai Gading Assane Gnoukouri melakukan penampilan sebagai pemain inti di derby pertamanya, dengan mengisi posisi kanan di lini tengah, bersama Gary Medel dan Mateo Kovacic.
Milan memulai pertandingan tanpa pemain internasional Jepang Keisuke Honda, di mana penyerang Mattia Destro juga dibangku cadangkan menyusul kekhawatiran cedera pekan lalu yang berarti Suso dimainkan sejak awal di depan bersama Jeremy Menez dan Giacomo Bonaventura.
Dengan kedua tim berada di ambang bahaya gagal tampil di Eropa musim depan, tuan rumah memulai permainan dengan kecepatan tinggi sebelum Milan kemudian menemukan iramanya sendiri.
Pada awal pertandingan, Gnoukouri tampil baik untuk memberi umpan kepada Rodrigo Palacio yang upayanya dapat diblok, dan beberapa saat kemudian Hernanes melepaskan tembakan dari jarak 35 meter yang memaksa Lopez melakukan penyelamatan dua tangan untuk mendorong bola ke sudut atas gawang.
Di sisi lain, Menez mengendalikan bola dengan sempurna meski berada di bawah tekanan dari Nemanja Vidic dan Andrea Ranocchia, namun tidak ada yang dapat menyambar operan pemain Prancis itu di mulut gawang.
Ketika Menez menyapu bola ke arah Suso beberapa menit kemudian, bek kanan Ignazio Abate menjadi sosok pengecoh untuk pemain Spanyol itu, yang melepaskan tembakan namun masih mampu dibendung Samir Handanovic.
Milan mencetak gol pada menit ke-30, ketika Alex memanfaatkan kemelut di mulut gawang menyusul tendangan bebas yang didapat timnya, namun gol itu dianulir karena offside.
Menjelang turun minum, Handanovic sigap mendorong umpan silang Menez setelah pemain Prancis itu mendapat operan dari Abate.
Inter berupaya terus menekan setelah turun minum, dan Palacio melepaskan tembakan melewati Lopez setelah pergerakan bagus yang melibatkan Kovacic dan Mauro Icardi, namun gol itu dianggap offside.
Hernanes kemudian mengirimkan umpan terobosan untuk Icardi, namun pemain Argentina itu melepaskan tembakan yang tidak akurat.
Inter mengendalikan permainan dan Palacio melakukan pekerjaan bagus dengan mengecoh pengawalnya, namun dengan situasi Lopez sudah ditaklukkan, sepakan pemain Argentina itu dapat digagalkan Antonelli.
Inter kemudian gagal mendapat penalti setelah tembakan Hernanes mengenai tangan Antonelli.
San Siro kembali bergemuruh beberapa menit kemudian ketika sepakan menyudut yang dilepaskan Hernanes mengenai Philippe Mexes dan masuk ke gawang, namun kegembiraan berubah menjadi kemarahan setelah wasit memutuskan Palacio saat itu melanggar Karco van Ginkel.
Inter melupakan keputusan-keputusan itu dan ketika Giacomo Bonaventura terjatuh saat Milan berupaya menyapu bola, Juan jesus melepaskan tembakan yang ditepis Lopez ke tiang jauh.
Inter semestinya dapat memecah kebuntuan dari tendangan sudut, namun Lopez mampu memblok tembakan jarak jauh Joel Obi yang berubah arah karena mengenai Palacio.
Pada fase akhir pertandingan, pemain pengganti Milan Destro melepaskan sepakan yang dapat dengan mudah diatasi Handanovic, sedangkan Icardi semestinya dapat memanfaatkan peluang dengan lebih baik setelah ia mengendalikan bola tinggi di tepi kotak penalti namun hanya mampu melepaskan tembakan melebar.
Pewarta : Antara Riau
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

