Logo Header Antaranews Riau

Kebakaran Itu Ujian Bukan Musibah

Minggu, 8 Maret 2015 19:25 WIB
Image Print

Kampar, (Antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Departemen sosial Republik Indonesia menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di pasar ulul albab 26 februari 2015 lalu di desa tanah merah Kecamatan Siakhulu, sabtu (7/3).

Usai menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran sebanyak 8 orang penyewa, Bupati Kampar H.Jefry Noer mengingatkan para pedagang dan korban kebakaran pasar ulul albab, kebakaran merupakan cobaan atau ujian bagi kita semua bukan musibah, ambil hikmah, mudah-mudahan dengan kejadian kebakaran akan membuat semua menjadi orang yang lebih baik dan sabar ke depannya serta dalam waktu singkat akan ada ganti dari Allah.

Jefry menambahkan kepada para pedagang, agar di jaga dan dikontrol listrik di kios masing-masing, jangan di tambah-tambah arus listrik, dengan memasang instalasi kabel yang tidak sesuai dengan standar kabel dari PLN, karena nanti rentan dan sangat berbahaya terjadi arus pendek atau korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran.

Lebih jauh Jefry mengulas keberadaan Pasar syariah ulul albab yang di topang oleh lima pilar, karena itu bagi pengelola maupun dewan syariah pasar dalam menjalankan usaha tidak boleh memakai uang rentenir dan kalau kedapatan memakai uang rentenir akan dikeluarkan dari kepengurusan pasar.

Karena ini pasar syariah, ujar Jefry lebih jauh menjabarkan, walaupun keberadaan pasar sebenarnya paling tidak di sukai Rosulullah SAW, namun keberadaannya penting buat kehidupan, karena itu perlu bagi yang mau berpikir, yang ulul albab atau yang dapat membedakan benar dan salah sesuai tempatnya, dapat menata dan meminimalkan bagaimana kemunkaran sedikit terjadi di pasar syariah,katanya.

Karena itu dalam berdagang pertama jangan memakai uang rentenir, timbangan harus akur, tidak boleh menjual barang yang di haramkan agama, usahakan pasar tetap bersih dan harga jual dipasar ini lebih murah dari pasar lain dan selanjutnya ketika azan di kumandangkan, dagangan di tutup sebentar kalau tidak ada keluarga yang bisa gantian menjaga kiosnya menggantikannya untuk menunaikan sholat, itulah tujuan di didirikan pasar syariah, kata Jefry Noer.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga kerja Anizur mengatakan, bantuan berupa uang, alat kebutuhan dapur, bahan makanan, peralatan RT termasuk kebutuhan sehari-hari adalah bantuan uang duka namanya, dari kementerian sosial RI bekerjasama dengan Pemda Kampar, total kerugian satu blok pasar dengan 16 kios yang terbakar akibat kebakaran beberapa waktu lalu diperkirakan 1,650 Milyar dengan korban sebanyak 9 orang termasuk pemilik pasar.

Dari januari hingga akhir februari telah terjadi musibah kebakaran ditambah 2 kali bencana puting beliung sebanyak 18 kali kejadian, untuk dicermati bersama, musibah kebakaran terjadi hampir semua karena korsleting listrik,kata Anizur.

Untuk itu agar jadi perhatian bersama, karena memang tegangan listrik atau voltase sering terjadi turun naik, akibat nya karena voltase tidak kuat maka terjadi percikan listrik sehingga menimbulkan api, untuk itu mari kita waspadai dan jaga bersama pasar ini,ajaknya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026