KAI Tambah Gerbong Kereta Ekonomi Stasiun Tambun

id kai tambah, gerbong kereta, ekonomi stasiun tambun

KAI Tambah Gerbong Kereta Ekonomi Stasiun Tambun

Bekasi, (Antarariau.com) - PT Kereta Api Indonesia menambah gerbong kereta ekonomi lokal yang berhenti di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan penumpang.

"Pagi ini sudah ada penambahan gerbong kereta. Dari tujuh gerbong menjadi delapan gerbong," ujar Kepala Humas PT KAI Daops 1 Jakarta, Agus Komarudin, yang dihubungi Antara di Bekasi, Kamis.

Upaya itu dilakukan pihaknya dalam rangka mengantisipasi terulangnya lagi blokade perlintasan rel di Stasiun Tambun oleh para penumpang yang menolak pembatasan penjualan tiket, Rabu (7/1).

Menurut dia, PT KAI Daerah Operasional 1 Jakarta telah menandatangani beberapa kesepakatan dengan para penumpang di Stasiun Tambun.

"Salah satunya kesepakatan penambahan satu gerbong kereta ekonomi lokal per rangkaian kereta yang berhenti di Stasiun Tambun," katanya.

Menurut dia, kereta api ekonomi lokal yang berhenti di Stasiun Tambun saat ini hanya ada tiga rangkaian.

Kereta itu masing-masing beroperasi pada pagi hari sebanyak dua rangkaian, dan satu rangkaian lainnya beroperasi pada sore hari.

Selain penambahan gerbong kereta, kata dia, kesepakatan pihaknya juga memberikan kebijakan penyediaan tiket kereta ekonomi lokal sebanyak 150 persen dari kapasitas penumpang di setiap gerbongnya.

"Khusus kereta ekonomi lokal, kami hanya menyediakan tiket sebanyak 150 persen dari kapasitas penumpang per gerbong," ujarnya.

Dia mengatakan, kapasitas tempat duduk per gerbong di kereta ekonomi lokal berjumlah 106 tempat duduk.

"Dengan demikian, penambahan tiket sebanyak 150 persen sama dengan sekitar 150-an orang per gerbong," katanya.

Menurut dia, keputusan itu sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 8/2001 dalam menjamin keselamatan penumpang.

"Kita juga sudah sepakat, tidak ada lagi calon penumpang yang tidak kebagian tiket melakukan aksi blokade rel kereta. Kalau hal itu dilanggar, mereka akan berhadapan dengan polisi," katanya.
Pewarta :
Editor: Antara
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar