Logo Header Antaranews Riau

PB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasional

Sabtu, 3 Oktober 2026 10:58 WIB
Image Print
Wakil Ketua Umum PB IPSI Muchamad Nabil Haroen (kiri) menyerahkan cenderamata kepada Konsul Jenderal RI di Hong Kong Andi Ardiansyah saat pertemuan di Kantor KJRI Hong Kong, Jumat (2/10/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pembentukan federasi pencak silat Hong Kong sebagai bagian dari pengembangan pencak silat di tingkat internasional. ANTARA/HO-PB IPSI/pri.

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) mulai menjajaki Hong Kong sebagai salah satu basis baru pengembangan pencak silat di kancah internasional melalui pembentukan federasi lokal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PB IPSI memperluas ekosistem pencak silat di luar Indonesia, dengan mendorong keterlibatan masyarakat lokal, bukan sekadar menjadikan komunitas diaspora Indonesia sebagai penggerak utama.

Wakil Ketua Umum PB IPSI Muchamad Nabil Haroen mengatakan pembentukan federasi di Hong Kong diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan organisasi, pembinaan atlet, hingga pencetakan pelatih lokal.

“Kita ingin bukan hanya orang Indonesia yang berlatih pencak silat di luar negeri. Kita ingin semakin banyak warga lokal yang belajar, menjadi pelatih dan atlet, serta ikut mengembangkan organisasi pencak silat,” kata Nabil dalam keterangan PB IPSI yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Gagasan tersebut dibahas Nabil bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong Andi Ardiansyah dalam pertemuan di Kantor KJRI Hong Kong, Jumat (2/10).

Nabil yang juga menjabat Ketua Umum PP Pagar Nusa menilai keberadaan federasi lokal penting untuk mengubah aktivitas pencak silat di Hong Kong dari sekadar kegiatan komunitas menjadi ekosistem olahraga yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Menurut dia, penguatan organisasi di luar negeri juga diperlukan untuk membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat setempat untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan pencak silat sebagai olahraga sekaligus bagian dari warisan budaya Indonesia.

Upaya tersebut sejalan dengan strategi PB IPSI memperluas jangkauan pencak silat dunia melalui visi “Pencak Silat Road to Olympics”.

PB IPSI mendorong pengembangan pencak silat di berbagai negara tidak berhenti pada kegiatan latihan yang dilakukan komunitas Indonesia, tetapi berkembang menjadi organisasi resmi yang melibatkan warga lokal serta memiliki sistem pembinaan atlet dan pelatih.

Konsul Jenderal RI di Hong Kong Andi Ardiansyah menyatakan KJRI siap memfasilitasi proses pembentukan federasi pencak silat di wilayah tersebut.

“KJRI Hong Kong berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mengawal langkah-langkah PB IPSI dalam pembentukan federasi pencak silat Hong Kong,” ujar Andi.

Dalam pertemuan itu, Andi juga mengapresiasi kiprah Pagar Nusa dalam membina pekerja migran Indonesia (PMI) sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Hong Kong.

Menurut dia, aktivitas Pagar Nusa tidak hanya memberikan ruang bagi PMI untuk menjalankan kegiatan positif, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di Hong Kong.

Salah satu bentuknya terlihat dari keterlibatan Pagar Nusa dalam Hong Kong Flower Show selama tiga tahun berturut-turut. Kegiatan tersebut dinilai turut membuka ruang bagi masyarakat setempat untuk mengenal budaya Indonesia.

PB IPSI berharap rencana pembentukan federasi di Hong Kong dapat memperluas jaringan organisasi pencak silat internasional sekaligus memperkuat fondasi pengembangan olahraga tersebut di luar negeri.

Dengan semakin banyaknya federasi dan keterlibatan masyarakat lokal di berbagai negara, PB IPSI ingin membangun ekosistem pencak silat yang lebih luas sebagai bagian dari perjalanan jangka panjang menuju Olimpiade.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026