
AS tambah baterai Patriot, fasilitas energi Saudi dan Qatar diperkuat hadapi ancaman Iran

Istanbul (ANTARA) - Amerika Serikat memperkuat pertahanan udara di Timur Tengah dengan mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan untuk melindungi fasilitas energi strategis di Arab Saudi dan Qatar, di tengah meningkatnya persiapan menghadapi kemungkinan kembali digelarnya operasi militer terhadap Iran.
Menurut laporan Axios, Kamis (1/10), yang mengutip dua pejabat Amerika Serikat dan seorang sumber regional, satu baterai Patriot telah dikirim ke Arab Saudi pada bulan lalu untuk melindungi fasilitas minyak utama. Sementara satu baterai lainnya dikerahkan ke Qatar guna mengamankan fasilitas gas alam.
Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari upaya Washington untuk meyakinkan Riyadh dan Doha bahwa Amerika Serikat siap melindungi infrastruktur energi mereka apabila Presiden AS Donald Trump kembali memerintahkan operasi militer skala besar terhadap Iran.
Pada hari yang sama, Trump mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan serangan udara terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.
“Sekarang saya harus mengambil keputusan, apakah Iran menandatangani perjanjian itu atau perjanjian itu tidak akan ada lagi,” kata Trump.
Saudi dan Qatar Khawatir Jadi Sasaran Balasan
Laporan Axios, yang dikutip Sputnik pada Jumat, menyebut para pemimpin Arab Saudi dan Qatar pada awal Agustus telah mendesak Trump agar tidak melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, khususnya serangan yang menyasar infrastruktur energi negara tersebut.
Kekhawatiran utama kedua negara adalah kemungkinan Iran membalas dengan menyerang fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk.
Menurut para pejabat AS yang dikutip Axios, kekhawatiran tersebut menjadi salah satu faktor penting di balik keputusan Washington untuk mengedepankan tekanan ekonomi dibandingkan serangan militer skala besar.
Arab Saudi juga disebut perlu memberikan izin bagi Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya jika Washington kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.
Namun, Riyadh diperkirakan tidak akan memberikan persetujuan tersebut tanpa adanya jaminan bahwa fasilitas minyak strategisnya mendapat perlindungan.
Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Kekuatan Militer AS Terus Bertambah
Penguatan pertahanan udara itu bukan satu-satunya langkah Washington. Menurut Axios, Amerika Serikat juga mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan pasukan tambahan ke Timur Tengah.
Seorang pejabat AS mengatakan kapal induk USS Theodore Roosevelt bersama kelompok tempurnya telah meninggalkan San Diego pada Minggu (27/9) dan diperkirakan tiba di kawasan Timur Tengah sekitar pertengahan November.
Hingga kini, pejabat AS belum memutuskan apakah kapal induk tersebut akan menggantikan penugasan sebelumnya atau justru memperbesar kehadiran Angkatan Laut AS menjadi tiga kelompok kapal induk serang di kawasan tersebut.
Selain itu, Kelompok Kesiapan Amfibi Makin Island, yang membawa ribuan personel Korps Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13, dilaporkan berangkat menuju Timur Tengah pada Senin (28/9). Kelompok tersebut diperkirakan tiba di kawasan pada akhir November.
Rangkaian pengerahan tersebut menunjukkan peningkatan kesiapan militer AS di kawasan Teluk, terutama untuk melindungi aset dan infrastruktur strategis jika ketegangan dengan Iran kembali meningkat.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

