
Iran bantah terlibat dalam insiden di Pangkalan RAF Fairford Inggris

Moskow (ANTARA) - Iran membantah keterlibatannya dalam insiden yang terjadi di Pangkalan Royal Air Force (RAF) Fairford, Inggris, yang selama ini digunakan oleh Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Kamis menegaskan bahwa Teheran tidak terlibat dalam insiden tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah otoritas Inggris menangkap lima warga negaranya di sekitar pangkalan militer tersebut.
Kelima orang itu ditahan pada 27 September atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak. Mereka kemudian dibebaskan dengan jaminan sehari setelahnya.
Araghchi menilai pembebasan kelima orang tersebut menjadi indikasi bahwa pihak berwenang Inggris telah mengambil langkah yang keliru dalam menangani kasus tersebut.
"Saya dapat menegaskan pandangan Iran bahwa pembebasan pihak-pihak yang diduga sebagai teroris yang bekerja untuk negara asing itu sudah sangat jelas menunjukkan segalanya," kata Araghchi melalui platform media sosial X.
Ia juga menyebut bahwa otoritas Inggris telah "salah sasaran" dalam kasus tersebut.
RAF Fairford merupakan salah satu fasilitas militer penting yang digunakan Amerika Serikat di Eropa. Pangkalan itu dikenal sebagai satu-satunya pangkalan di Eropa yang menjadi tempat pendaratan pesawat pengebom strategis Amerika Serikat.
Dalam sejarahnya, RAF Fairford pernah digunakan untuk mendukung operasi militer AS dalam serangan terhadap Irak dan bekas Yugoslavia.
Pada Maret 2026, otoritas Inggris mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan tersebut untuk operasi terkait serangan terhadap Iran. Pemerintah Inggris menyatakan bahwa pesawat-pesawat AS hanya diperbolehkan menggunakan pangkalan itu untuk operasi yang bersifat defensif.
Keberadaan militer AS di RAF Fairford juga memicu aksi protes. Pada Juli, kelompok demonstran menggelar aksi di luar pangkalan sebagai bentuk penolakan terhadap operasi militer Amerika Serikat.
Pernyataan Araghchi tersebut menambah perhatian terhadap RAF Fairford, terutama di tengah meningkatnya ketegangan terkait penggunaan fasilitas militer Inggris oleh Amerika Serikat.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : M Razi Rahman
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

