Logo Header Antaranews Riau

Profil Arrmanatha Nasir, diplomat karier yang kini jadi Menlu baru

Kamis, 1 Oktober 2026 14:57 WIB
Image Print
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir memberi keterangan terkait tawaran Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator bagi Amerika Serikat dan Iran kepada awak media seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Nabil Ihsan.

Jakarta (ANTARA) - Arrmanatha Christiawan Nasir resmi menapaki posisi puncak dalam karier diplomatiknya setelah dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai Menteri Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, dipercaya menggantikan Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri. Penunjukan tersebut sekaligus menempatkan diplomat karier yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam diplomasi internasional itu di garis depan politik luar negeri Indonesia.

Sebelum menjadi menteri, Arrmanatha menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Ia dilantik bersama dua Wakil Menteri Luar Negeri lainnya, yakni Muhammad Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.

Dari diplomat karier hingga panggung diplomasi dunia
Lahir di Bangkok, Thailand, pada 1971, Arrmanatha memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai penugasan strategis Kementerian Luar Negeri. Kariernya mencakup tugas di dalam negeri maupun sejumlah posisi penting di luar negeri, mulai dari juru bicara kementerian, duta besar, hingga Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya.

Latar belakang pendidikannya juga memadukan bidang ekonomi dan hubungan internasional. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di University of Buckingham, Inggris, kemudian meraih Master of Business Administration dari University of Leicester serta Master of International Relations dari Universitas Indonesia.

Karier diplomatik Arrmanatha mulai berkembang melalui sejumlah penugasan di Direktorat Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri. Pada 2005-2008, ia dipercaya sebagai Wakil Direktur Bidang Pertanian dan Komoditas.

Pengalaman diplomasi multilateralnya kemudian semakin luas ketika pada 2008-2012 ia ditugaskan sebagai konselor pada Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York.

Dalam penugasan tersebut, Arrmanatha menangani isu ekonomi dan pembangunan di Komite Kedua Majelis Umum PBB dan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC). Ia juga terlibat dalam negosiasi yang mewakili Kelompok 77 negara berkembang (Group of 77) dan China dalam pembahasan sejumlah resolusi.

Pada 2010-2011, ia dipercaya menjadi penasihat bidang ekonomi dan negara-negara kurang berkembang untuk Presiden Sidang ke-65 Majelis Umum PBB.

Juru bicara hingga duta besar
Setelah kembali ke Jakarta, Arrmanatha dipercaya sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri pada 2014-2019. Dalam posisi tersebut, ia menjadi salah satu wajah diplomasi Indonesia di hadapan publik, menyampaikan berbagai keterangan pemerintah mengenai isu hubungan luar negeri dan kebijakan diplomatik Indonesia.

Kariernya kemudian berlanjut ke Paris. Pada 2019, Arrmanatha ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Prancis.

Penugasan tersebut juga mencakup Andorra dan Monako serta tugas sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO. Ia menjalankan amanah tersebut hingga 2021.

Memimpin diplomasi Indonesia di PBB
Tahun 2021 menjadi babak penting lainnya dalam perjalanan karier Arrmanatha. Ia ditunjuk sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di New York.

Pada Januari 2022, ia menyerahkan surat kepercayaan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Selama menjalankan tugas di New York, Arrmanatha aktif dalam berbagai forum dan struktur PBB. Pada 2023, ia dipercaya menjadi Wakil Presiden ECOSOC. Ia juga memimpin Coordination Segment ECOSOC, forum yang mempertemukan berbagai komisi fungsional, badan ahli, komisi regional, serta entitas dalam sistem PBB.

Pada tahun yang sama, Arrmanatha menyerahkan surat kepercayaan sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk International Seabed Authority (ISA) di Kingston, Jamaika.

Menurut Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha menjadi Wakil Tetap RI pertama untuk ISA setelah perubahan struktur organisasi perwakilan Indonesia.

Terlibat dalam isu Palestina
Pengalaman Arrmanatha di panggung multilateral juga membawanya terlibat dalam pembahasan mengenai Palestina di PBB.

Pada 2024, ia tercatat sebagai salah satu Wakil Ketua Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People, sebuah komite PBB yang menangani isu hak-hak rakyat Palestina.

Pengalaman panjang di berbagai forum multilateral tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak Arrmanatha sebelum kembali ke Jakarta dan masuk ke jajaran pimpinan Kementerian Luar Negeri.

Dari Wakil Menteri menjadi Menteri Luar Negeri
Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto mengangkat Arrmanatha sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Dalam posisi tersebut, ia antara lain menangani agenda diplomasi multilateral serta mewakili Indonesia dalam sejumlah pertemuan internasional.

Kini, setelah resmi dilantik sebagai Menteri Luar Negeri, pengalaman Arrmanatha selama puluhan tahun di berbagai forum diplomasi internasional menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya ke posisi tertinggi di Kementerian Luar Negeri.

Dengan rekam jejak sebagai diplomat karier, juru bicara, duta besar, serta perwakilan Indonesia di PBB dan berbagai organisasi internasional, Arrmanatha memasuki babak baru untuk memimpin diplomasi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026