
Indonesia tambah perunggu dari sepak takraw beregu putra, takluk dramatis dari Malaysia

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menambah koleksi medali Asian Games 2026 melalui cabang sepak takraw beregu putra. Langkah tim Merah Putih menuju final terhenti setelah kalah dramatis dari Malaysia pada semifinal di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jepang, Kamis.
Pertarungan Indonesia dan Malaysia berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui match ketiga. Kedua tim sama-sama mengantongi satu kemenangan setelah saling mengalahkan pada dua match sebelumnya.
Indonesia membuka laga dengan meyakinkan. Muhammad Hardiansyah Muliang, Gelvin A Usman, Saiful Rijal, Yudha Aswinatama, Rizki Yusuf Djaina, Jelki Ladada, Syamsul Akmnal, Muhammad Ubaidur, dan Andi Try Sandi Saptura berhasil membawa Indonesia merebut match pertama dengan skor 2-1.
Pada set pertama, Indonesia menang 15-10. Malaysia kemudian membalas pada set kedua dengan kemenangan 15-13. Namun, Indonesia kembali bangkit dan mengamankan set ketiga dengan skor 15-13.
Malaysia tidak tinggal diam. Pada match kedua, mereka tampil lebih solid dan menundukkan Indonesia dua set langsung, 15-10 dan 15-6. Kedudukan pun kembali imbang 1-1 sehingga laga harus dilanjutkan ke match penentu.
Drama semakin memuncak pada match ketiga.
Indonesia berhasil merebut set pertama dan berada dalam posisi yang menguntungkan. Bahkan, pada set kedua, tim Merah Putih sempat memimpin 11-7. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.
Malaysia bangkit dan mencetak poin demi poin hingga berbalik unggul 15-11. Hasil itu memaksa pertandingan ditentukan melalui set ketiga.
"Di set kedua kita sudah leading, tapi lagi-lagi Malaysia bisa mengakhiri di set kedua. Terus tie-break lanjut dengan set ketiga. Di set ketiga ya Malaysia yang menang," kata pelatih sepak takraw putra Indonesia, Andi Nuralim Kaba, seusai pertandingan.
Set penentuan berlangsung ketat. Kedua tim saling mengejar angka dan sempat berada dalam posisi imbang 5-5 serta 9-9. Indonesia bahkan mengajukan challenge untuk memastikan keputusan dalam pertandingan.
Namun, hingga akhir laga, Malaysia mampu mempertahankan keunggulannya dan memastikan tiket ke final. Indonesia pun harus puas dengan medali perunggu.
Andi menilai pertandingan berjalan relatif seimbang dan hasil akhir turut ditentukan oleh momentum.
"Sebenarnya kalau dilihat ya imbang. Cuma kalah peruntungan. Di set pertama, di regu pertama kita bisa menang," ujarnya.
Meski gagal melaju ke final, Andi tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurut dia, pencapaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan ajang sebelumnya di Hong Kong, ketika tim sepak takraw putra Indonesia gagal menembus babak empat besar.
"Targetnya kita bisa masuk semifinal. Tapi Alhamdulillah, ya harus disyukuri," kata Andi.
"Tapi Alhamdulillah untuk kali ini kita bisa masuk di empat besar," lanjutnya.
Medali perunggu dari beregu putra menjadi tambahan bagi Indonesia di cabang sepak takraw. Sementara itu, peluang Indonesia untuk kembali mengejar tiket final masih terbuka dari sektor beregu putri yang akan menghadapi Korea Selatan pada babak semifinal.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

