Logo Header Antaranews Riau

Korban agresi Israel di Gaza mencapai 73.651 orang, puluhan jasad tertimbun

Senin, 7 September 2026 16:07 WIB
Image Print
Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. (Anadolu Agency/pri.)

Gaza (ANTARA) - Jumlah warga Palestina yang tewas akibat agresi Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza terus bertambah. Otoritas kesehatan setempat pada Sabtu (5/9) melaporkan, sedikitnya 73.651 warga Palestina telah kehilangan nyawa, sementara 174.575 orang lainnya mengalami luka-luka sejak 7 Oktober 2023.

Dalam 48 jam terakhir, rumah sakit di Jalur Gaza menerima 17 jasad korban, terdiri atas lima orang yang baru saja tewas, satu korban yang meninggal akibat luka-luka, serta 11 jasad yang berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan.

Selain itu, fasilitas kesehatan setempat juga dilaporkan menangani 27 warga Palestina yang mengalami luka-luka.

Otoritas kesehatan Gaza menyebutkan, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, jumlah korban tewas telah mencapai 1.344 orang, sedangkan 4.464 lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 815 jasad juga telah berhasil dievakuasi dari berbagai lokasi.

Angka korban tersebut kembali bertambah setelah 160 korban tewas dimasukkan ke dalam data kumulatif. Pendataan terhadap para korban itu baru rampung dan diverifikasi sepanjang Agustus.

Di tengah terus bertambahnya jumlah korban, proses pencarian dan evakuasi masih menghadapi kendala serius. Sejumlah warga Palestina dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan maupun berada di jalanan karena tim ambulans dan penyelamat kesulitan menjangkau lokasi.

Kondisi tersebut membuat proses evakuasi korban berlangsung lambat, sementara jumlah korban jiwa terus bertambah.

Sumber: WAFA



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026