Logo Header Antaranews Riau

Waktu terbaik minum teh hijau untuk dongkrak fokus, Ini penjelasan Ahli

Jumat, 4 September 2026 15:00 WIB
Image Print
Ilustrasi - Teh hijau. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) - Secangkir teh hijau tak hanya menawarkan sensasi segar, tetapi juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga fokus dan konsentrasi. Kandungan kafein, antioksidan, serta asam amino L-theanine di dalamnya disebut dapat memberikan ketajaman mental dengan efek stimulasi yang lebih tenang.

Satu cangkir teh hijau mengandung sekitar 35 miligram kafein. Sementara itu, L-theanine merupakan asam amino yang secara alami ditemukan dalam teh hijau dan dapat membantu menyeimbangkan efek stimulan kafein sehingga rasa waspada tetap muncul tanpa terlalu memicu kegelisahan.

Menurut siaran Eating Well pada Kamis (3/9) waktu setempat, seperti halnya kafein pada umumnya, kandungan kafein dalam teh hijau membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mencapai kadar puncak di dalam tubuh.

Ahli diet terdaftar sekaligus ahli herbal Jenna Volpe, RDN, LD, IFNCP, CLT, mengatakan sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mencapai tingkat penyerapan kafein dan antioksidan yang optimal dari teh hijau.

“Beberapa penelitian terbaru menemukan bahwa dibutuhkan sekitar satu jam untuk mencapai tingkat penyerapan kafein dan antioksidan puncak dalam teh hijau,” kata Volpe.

Pertengahan pagi bisa jadi pilihan
Meski demikian, ahli diet terdaftar Jennifer Pallian, B.Sc., RD, mengatakan belum ada bukti yang menunjukkan satu waktu tertentu sebagai waktu terbaik secara universal untuk mengonsumsi teh hijau demi meningkatkan fokus.

Kendati demikian, Volpe dan Pallian sama-sama merekomendasikan pertengahan pagi atau awal siang sebagai waktu yang cukup ideal. Pada waktu tersebut, teh hijau dapat dikonsumsi untuk membantu mempertahankan kewaspadaan ketika energi dan konsentrasi mulai menurun.

Bagi pencinta matcha, efeknya mungkin terasa lebih kuat atau lebih cepat. Hal ini karena matcha dibuat dari daun teh yang digiling hingga menjadi bubuk sehingga seluruh bagian daun ikut dikonsumsi.

Menurut Volpe, bentuk bubuk tersebut dapat meningkatkan potensi dan penyerapan kafein, L-theanine, serta katekin.

Jangan terlalu sore jika sensitif kafein
Namun, menikmati teh hijau menjelang sore atau malam hari perlu dipertimbangkan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.

Ahli gizi Priscilla Swahn, M.S., RD, menyarankan agar konsumsi teh hijau tidak terlalu berdekatan dengan waktu tidur. Pasalnya, kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam.

“Kafein dapat tetap berada di dalam tubuh selama berjam-jam, jadi mengandalkan teh hijau di sore hari untuk mengatasi penurunan energi pada akhirnya dapat merugikan Anda jika mempengaruhi kualitas tidur,” ujar Swahn.

Sensitivitas terhadap kafein juga berbeda pada setiap orang. Karena itu, waktu konsumsi yang paling tepat dapat disesuaikan dengan respons tubuh masing-masing.

Teh hijau bukan pengganti sarapan
Minum teh hijau pada pagi hari juga dapat menjadi pilihan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai pengganti sarapan.

Swahn mengingatkan bahwa meskipun kafein, L-theanine, dan antioksidan dalam teh hijau dapat membantu mendukung fokus, minuman tersebut tetap tidak dapat menggantikan energi dan nutrisi yang diperoleh tubuh dari makanan.

“Menggabungkan teh pagi Anda dengan makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat dapat membantu mendukung energi dan konsentrasi yang lebih stabil sepanjang pagi,” kata Swahn.

Pallian menambahkan, teh hijau hanyalah salah satu bagian dari upaya menjaga fokus sepanjang hari. Kebiasaan sehari-hari lainnya juga berperan penting.

Salah satunya adalah mengambil jeda singkat saat bekerja atau belajar untuk memulihkan energi dan konsentrasi. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan membawa botol air dan minum secara berkala juga dapat membantu.

Selain itu, jangan melewatkan waktu makan. Kekurangan asupan makanan dapat membuat tubuh kekurangan energi dan pada akhirnya mengganggu konsentrasi.

“Lonjakan dan penurunan gula darah dapat merugikan fokus dan fungsi kognitif. Untuk energi yang stabil, makanlah tiga kali makan seimbang, ditambah camilan sesuai kebutuhan,” ujar Volpe.

Aktivitas fisik juga tidak kalah penting. Olahraga teratur, baik latihan aerobik, latihan beban maupun kombinasi keduanya, dapat membantu mendukung fungsi kognitif.

Bahkan, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki sejenak dapat menjadi penyegaran ketika konsentrasi mulai menurun.

“Bahkan jalan kaki singkat pun dapat menjadi penyegaran yang bermanfaat ketika konsentrasi mulai memudar,” kata Swahn.

Dengan demikian, tidak ada satu waktu yang mutlak paling tepat untuk semua orang dalam menikmati teh hijau. Pertengahan pagi hingga awal siang dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menjaga fokus, sementara konsumsi menjelang sore perlu disesuaikan dengan sensitivitas tubuh terhadap kafein dan waktu tidur.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026