
Vance akui serangan AS bisa salah sasaran: Sipil diduga jadi korban di Iran
Washington (ANTARA) - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengakui adanya kemungkinan pasukan AS secara tidak sengaja menyerang warga sipil dalam operasi militer di Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah laporan bahwa serangan AS diduga mengenai sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran.
Vance mengatakan, Amerika Serikat tidak pernah menjadikan warga sipil sebagai sasaran dalam operasi militernya. Namun, ia mengakui bahwa kesalahan di medan perang tetap mungkin terjadi.
"AS tidak pernah mengincar warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Kami juga tidak mungkin melakukannya. Namun, sayangnya, jelas, sesuatu mungkin terjadi," kata Vance, Kamis (3/9).
Menurut Vance, setiap kesalahan yang dilakukan militer AS akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden yang dilaporkan terjadi di Sirik, Provinsi Hormozgan.
Pihak berwenang Iran menyebut sebuah upacara pernikahan di Sirik pada Selasa malam (1/9) menjadi sasaran serangan AS. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan lima orang dan melukai sekitar 70 lainnya, berdasarkan data terbaru.
Serangan itu terjadi ketika militer AS melancarkan gelombang baru serangan besar-besaran terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menyasar sejumlah fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, serta fasilitas komunikasi.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur militer AS di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Dugaan jatuhnya korban sipil dalam serangan tersebut kini menjadi sorotan dan tengah diselidiki oleh pihak berwenang AS.
Sumber: Sputnik
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
