Logo Header Antaranews Riau

Enam personel Angkatan Laut Iran tewas dalam serangan terbaru AS

Jumat, 4 September 2026 11:07 WIB
Image Print
Sebanyak enam personel Angkatan Laut Artesh Iran tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Selasa (1/9) malam waktu setempat, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Mehr, pada Kamis (3/9). (ANTARA/Xinhua.)

Teheran (ANTARA) - Enam personel Angkatan Laut Artesh Iran dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Selasa (1/9) malam waktu setempat.

Kabar tersebut disampaikan kantor berita semiresmi Iran, Mehr, pada Kamis (3/9). Di antara enam korban tewas terdapat tiga pilot, yakni Mojtaba Baqeri, Hamed Okati, dan Hossein Mahdavian.

Jumlah korban dalam rangkaian serangan AS juga terus bertambah. Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, dalam unggahan di platform X pada Kamis menyebutkan bahwa sedikitnya 18 orang tewas dan 142 lainnya terluka akibat serangan AS terhadap Iran yang berlangsung pada 30 Agustus hingga 2 September.

Sementara itu, pada Rabu (2/9) pagi, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menyelesaikan gelombang serangan terhadap sejumlah target militer Iran.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai upaya serangan terbaru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz serta personel militer AS.

Ketegangan pun semakin meningkat. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan dan aset AS yang berada di Yordania, Kuwait, Bahrain, wilayah semiotonom Kurdistan di Irak, serta Uni Emirat Arab.

Rangkaian aksi saling serang tersebut menambah eskalasi ketegangan militer antara Washington dan Teheran, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran strategis di kawasan, khususnya Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026