Logo Header Antaranews Riau

Beijing desak Amerika Serikat cabut sanksi Iran terhadap perusahaan dan warga China

Jumat, 4 September 2026 11:02 WIB
Image Print
Ilustrasi - Dua bendera, Amerika Serikat (AS) dan China, berkibar bersama di sebuah tiang. ANTARA/Xinhua/Bao Dandan/aa.

Istanbul (ANTARA) - Pemerintah China mendesak Amerika Serikat segera mencabut sanksi yang dijatuhkan terhadap sejumlah perusahaan dan warga negara China yang dituding terkait dengan Iran.

Desakan tersebut disampaikan Beijing setelah Washington kembali menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas asal China yang disebut terlibat dalam jaringan pendukung Iran.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Huang Ling menegaskan bahwa Beijing sejak awal menolak keras penerapan sanksi sepihak oleh Amerika Serikat.

"China telah berulang kali dengan tegas menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun otorisasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB)," kata Huang dalam konferensi pers, Kamis (3/9), waktu setempat.

Menurut Huang, keberatan China telah berulang kali disampaikan kepada Washington. Namun, Amerika Serikat tetap menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan dan warga China yang dituduh memiliki keterkaitan dengan Iran.

"China menyatakan ketidakpuasan yang mendalam dan penolakan tegas terhadap hal tersebut," ujarnya.

Beijing menilai kebijakan sanksi sepihak AS tidak hanya berdampak terhadap pihak yang dikenai sanksi, tetapi juga berpotensi mengganggu perdagangan dan pertukaran ekonomi normal antarnegara.

Lebih jauh, Huang memperingatkan bahwa penerapan sanksi tersebut dapat mengganggu keamanan energi global serta kestabilan pasokan energi.

"China mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik-praktik keliru tersebut dan mencabut sanksi terhadap perusahaan dan warga negara China yang terdampak," kata Huang.

Ia menegaskan Beijing akan terus mengambil langkah tegas untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan serta warga negaranya.

Sebelumnya, Amerika Serikat pada Juli mengumumkan sanksi terhadap enam individu dan entitas di empat negara, termasuk China. Sanksi tersebut dijatuhkan atas dugaan peran mereka dalam mendukung Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) serta jaringan transportasi utama Iran, Mahan Air.

Langkah Washington tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan Iran dan membatasi akses negara tersebut terhadap sistem keuangan global.

Ketegangan antara Washington dan Teheran berlangsung di tengah konflik yang melibatkan kedua negara sejak 28 Februari lalu. Situasi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan dan pasokan energi global.

Perselisihan mengenai sanksi Iran juga menambah dinamika hubungan China dan Amerika Serikat, yang dalam beberapa tahun terakhir diwarnai persaingan ekonomi dan geopolitik.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026