Logo Header Antaranews Riau

Sekjen PBB desak AS-Iran kembali ke meja perundingan di tengah eskalasi konflik

Rabu, 2 September 2026 14:48 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menghadiri pertemuan format SCO+ dalam KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgizstan, Selasa (1/9/2026) waktu setempat. ANTARA/AFP/Sputnik-Pool/Vyacheslav Prokofyev/aa.

PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat dan Iran menghentikan aksi saling serang serta kembali menempuh jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.

Seruan tersebut disampaikan Guterres pada Selasa (1/9), saat ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah serangkaian serangan dan aksi balasan.

"Kita membutuhkan perundingan menuju perdamaian yang adil dan abadi, lebih dari sebelumnya, sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan resolusi-resolusi PBB yang relevan," tulis Guterres melalui platform X.

Guterres menyoroti kondisi yang semakin mengkhawatirkan setelah sejumlah perjanjian dan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati terus dilanggar. Menurut dia, kembalinya aksi saling serang hanya akan memperburuk situasi dan menjauhkan kawasan dari perdamaian.

Pada hari yang sama, Teheran mulai melancarkan serangan balasan menyusul serangan Amerika Serikat ke wilayah Iran, menurut keterangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Ketegangan pun semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan yang menghancurkan apabila Iran terus melakukan aksi balasan terhadap serangan Amerika Serikat.

Di tengah eskalasi tersebut, PBB kembali menekankan pentingnya perundingan sebagai jalan keluar dari konflik. Guterres menyerukan agar semua pihak menghormati hukum internasional dan mengutamakan upaya diplomatik demi mencegah konflik berkembang menjadi krisis yang lebih luas di Timur Tengah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026