Logo Header Antaranews Riau

Timo: Garuda Pertiwi tak kalah jauh dari Thailand, kekalahan tipis jadi bukti

Senin, 24 Agustus 2026 10:19 WIB
Image Print
Pelatih timnas U-16 putri Indonesia Timo Scheunemann dalam konferensi pers seusai pertandingan final Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/08/2026). (ANTARA/FAJAR SATRIYO)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional U-16 putri Indonesia, Timo Scheunemann, menilai kualitas Garuda Pertiwi sudah semakin mendekati timnas Thailand. Kekalahan tipis 0-1 pada final Srikandi Merdeka Cup 2026, menurutnya, justru menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memberikan perlawanan sengit.

Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand pada laga final Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8). Meski gagal mengangkat trofi, permainan Indonesia menunjukkan bahwa jarak kualitas dengan salah satu kekuatan sepak bola putri Asia Tenggara tersebut semakin menipis.

“Kami menguasai 51 persen bola saat melawan Thailand. Belum pernah kami menghadapi Thailand dengan penguasaan mendekati 50 persen. Kami hanya kebobolan sekali melalui set piece dan mereka tertekan,” kata Timo dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Timo juga mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu tampil maksimal meski harus menghadapi jadwal padat. Sepanjang turnamen, Garuda Pertiwi menjalani lima pertandingan hanya dalam kurun waktu 10 hari.

“Saya puas dengan para pemain karena meski lelah, mereka tetap bisa memberikan 100 persen. Kombinasi permainan juga keluar, hanya memang kurang sampai ke depan,” ujar pelatih berusia 53 tahun itu.

Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk memaksakan pertandingan hingga adu penalti. Timo bahkan percaya anak asuhnya memiliki peluang besar untuk keluar sebagai pemenang jika laga berlanjut ke titik putih.

“Ini menyakitkan karena seharusnya kami bisa menang dan masuk ke adu penalti. Kalau sampai penalti, saya yakin kami bisa menang,” tuturnya.

Meski harus puas sebagai runner-up, Timo menegaskan hasil pertandingan tersebut tidak menunjukkan adanya kesenjangan besar antara Indonesia dan Thailand. Ia melihat Garuda Pertiwi sudah berada di level yang cukup kompetitif untuk menantang tim Negeri Gajah Putih.

“Kami tidak jomplang, tidak kalah jauh. Kalau kalah jauh, ya kalah itu lumrah. Tapi kami tipis dengan mereka,” kata Timo.

Penilaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia. Bagi Timo, kekalahan di final bukan semata-mata soal kegagalan meraih gelar, tetapi juga gambaran bahwa Garuda Pertiwi semakin mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di kawasan Asia Tenggara.




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026