
Operasi penertiban PETI di Singingi, 33 rakit langsung dibakar

"Berantas PETI harus berkelanjutan dan terpadu agar benar - benar tuntas"
Teluk Kuantan (ANTARA) - Tim Polda Riau menggelar operasi penertiban Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kuantan Singingi khusunya di Singingi dan berhasil menemukan 33 rakit ilegal tanpa pemilik.
Puluhan Rakit PETI itu, oleh tim gabungan langsung dibakar di tempat, agar tidak dapat digunakan lagi.
"Operasi PETI gabungan bergerak di Desa Kebun Lado, Logas, semua temuan langsung dibakar habis pada Selasa," Kapolsek Singingi AKP Azhari.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program "Merah Putih Presisi 2026" di wilayah Polsek Singingi Kecamatan Singingi.
Operasi Penertiban ini dipimpin Direktur Polairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto bersama jajaran Polres Kuansing berjalan lancar.
Di Desa Kebun Lado Kecamatan Singingi, tim gabungan berhasil menertibkan dan menuntaskan 18 rakit PETI yang diduga digunakan untuk melakukan penambangan emas tanpa izin.
"Dua mesin merk Tianli, 18 keong, 28 pipa paralon, 102 karpet, 40 ember hitam dan slang air," ujarnya.
Selanjutnya, di Kelurahan Muara Lembu, tim menertibkan 10 rakit PETI, satu unit CCTV, 10 Keong, 10 pipa paralon, 40 karpet, delapan ember hitam dan selang air.
Sedangkan, di Desa Logas Kecamatan Singingi, tim berhasil menertibkan lima rakit PETI yang terdiri dari lima Keong, tiga mesin merk Tianli, delapan pipa paralon, 20 karpet, tujuh ember hitam, selang air 30 meter
Selama pelaksanaan kegiatan, tidak ada ditemukan pelaku di lokasi, selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Masyarakat Kuansing berharap kegiatan ilegal bukan saja di Singingi, namun seluruh wilayah Kuansing. Oleh sebab itu penangan nya harus optimal dan berkelanjutan. Pelaku, pekerja, penadah dan pemodal harus ditangkap tanpa pandang bulu agar Kuansing bebas PETI.
"Selama ini, operasi PETI diduga sudah diketahui pemilik usaha tersebut, hingga pelaku tidak bisa diamankan," kata salah satu warga Kuansing inisial Yudi (45).
Untuk berhasil, operasi mestinya dilakukan serentak semua kecamatan dan bersama tim gabungan. Operasi gabungan melibatkan Pemkab, Satpol PP, Personel TNI dan secara berkelanjutan maka hasilnya, seluruh PETI diyakini berhenti total. ***
Pewarta : Asripilyadi
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

