Logo Header Antaranews Riau

Iran dan Oman sepakati pelayaran aman di Selat Hormuz

Kamis, 6 Agustus 2026 14:35 WIB
Image Print
Arsip foto - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Teheran (ANTARA) - Iran mengumumkan telah mencapai kata mufakat dengan Oman terkait pengaturan pelayaran aman di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Kedua negara kini tengah mempersiapkan pernyataan bersama sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu (5/8), mengatakan bahwa Teheran dan Muscat telah menyepakati koordinat geografis rute pelayaran di Selat Hormuz setelah melalui dialog intensif selama dua bulan terakhir.

Menurut Baqaei, penyusunan pernyataan bersama masih berlangsung dan saat ini dalam tahap penelaahan. Ia menegaskan proses tersebut dilakukan secara bilateral tanpa campur tangan pihak luar.

Sebagai dua negara yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz, Iran dan Oman membahas berbagai aspek sebelum mencapai kesepakatan, mulai dari pertimbangan teknis, hukum, keamanan, hingga dampak lingkungan.

Meski demikian, Baqaei menilai kesepahaman bilateral saja belum cukup untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, situasi keamanan kawasan masih dipengaruhi oleh keberadaan blokade laut Amerika Serikat serta tindakan yang disebutnya sebagai ancaman terhadap Iran dan kepentingannya.

Ia juga menuding kebijakan Amerika Serikat membawa konsekuensi serius bagi stabilitas kawasan. Baqaei menyatakan Selat Hormuz sempat ditutup akibat agresi militer yang, menurut Iran, dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, Baqaei membantah laporan mengenai rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Sementara itu, Pakistan dan Qatar disebut masih melanjutkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan. Iran, kata Baqaei, juga terus berkomunikasi secara intensif dengan kedua negara guna membahas perkembangan terbaru.

Sumber: IRNA-OANA



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026