Logo Header Antaranews Riau

Politeknik Pengadaan Nasional hadiri FGD LKPP untuk perkuat pengembangan SDM PBJ di Perguruan Tinggi

Kamis, 6 Agustus 2026 10:41 WIB
Image Print
Politeknik Pengadaan Nasional hadiri FGD LKPP untuk perkuat pengembangan SDM PBJ di Perguruan Tinggi. (ANTARA/HO-Polteknas)

Pekanbaru (ANTARA) - Lembaga Kebijakan Penggadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengadakan forum group discussion (FGD) guna memperoleh masukan dan berbagi pengalaman dalam memperkuat tata kelola pengadaan barang atau jasa (PBJ), penyediaan sumber daya manusia yang berkompeten serta sinergi kebijakan dan praktik pengadaan, Rabu, 5/8

Kegiatan tersebut dihadiri Politeknik Pengadaan Nasional dan beberapa Perguruan Tinggi Negeri diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Diponegoro.

Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan LKPP, Ibu Dwi Wahyuni Kartianingsih saat membuka acara mengatakan kegiatan FGD bertujuan untuk penguatan tata kelola PBJ, Penyediaan SDM Kompeten dan Sinergi Kebijakan dan Praktik Pengadaan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.

"Hal ini dilakukan karena Perguruan Tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset dan inovasi. LKPP ingin mewujudkan pengadaan sebagai sebuah profesi", ucapnya.

Tentunya ini memerlukan sinergi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana LKPP mengarahkan sebanyak-banyaknya Perguruan Tinggi di Indonesia untuk menunjang profesionalisme SDM PBJ secara masif, katanya lebih lanjut.

Kondisi yang ada saat ini, rata-rata PTN yg ada di Indonesia hanya memasukkan 1 mata kuliah Pengadaan Barang/Jasa sebagai mata kuliah pilihan. Hanya Politeknik Pengadaan Nasional yang secara komprehensif sudah bernaung di Program Studi Sarjana Terapan. Untuk prodi di tingkat magister juga ada Universitas Diponegoro, sebutnya.

Sementara itu, Kapuslat SDM LKPP, Diah Ambarawati berharap pengembangan kompetensi PBJ juga tidak lagi sebatas pelatihan tapi sudah berkembang dinamis di tingkat perguruan tinggi.

Hal senada juga disampaikan oleh Pokja Kelembagaan Vokasi Diktisaintek, Arif, sarjana vokasi tertentu hendaknya memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026