Logo Header Antaranews Riau

Qatar pastikan mediasi AS-Iran terus berjalan, upaya hindari krisis kawasan

Rabu, 5 Agustus 2026 17:03 WIB
Image Print
Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat bersiap melintasi Selat Hormuz yang krusial. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency /pri.

Doha (ANTARA) - Qatar memastikan proses mediasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus berlangsung, di tengah upaya negara-negara mediator untuk mencegah meningkatnya ketegangan di kawasan. Kedua pihak disebut masih melakukan pertukaran rancangan kesepakatan melalui jalur tidak langsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Penasihat Perdana Menteri Qatar sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, dalam konferensi pers mingguan pada Selasa (4/8).

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa upaya tersebut masih terus dilakukan bersama semua pihak," kata Al Ansari. Ia menegaskan bahwa Qatar tetap mendorong tercapainya penyelesaian melalui jalur diplomasi.

"Selagi kita berbicara saat ini, kami terus mengupayakan resolusi diplomatik," ujarnya, seraya menyebut proses pembicaraan telah memasuki tahap yang sangat maju.

Al Ansari mengungkapkan bahwa Qatar, Pakistan, dan Oman kini berkoordinasi erat untuk memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran. Ketiga negara tersebut berperan sebagai penghubung dalam upaya membuka kembali ruang dialog di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.

"Semua pihak di kawasan ini sedang bekerja sama untuk menghindari eskalasi," katanya. "Para mediator, yakni Qatar, Pakistan, dan sekarang Oman, semuanya bekerja sama dalam isu tersebut."

Terkait situasi di Selat Hormuz, Al Ansari menegaskan bahwa prioritas utama Qatar adalah meredakan ketegangan, memastikan jalur pelayaran kembali terbuka, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan diplomasi kembali berjalan.

"Apa yang tidak ingin kami lihat saat ini adalah eskalasi besar-besaran di kawasan kami," tegasnya.

Menurut dia, para mediator kini berupaya mendorong tercapainya solusi diplomatik jangka pendek yang dapat menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali perundingan yang lebih luas antara AS dan Iran.

Meski demikian, Al Ansari menyatakan belum ada jadwal pertemuan langsung antara kedua negara. Namun, ia berharap proses mediasi yang berjalan dapat segera membuka jalan bagi dimulainya kembali negosiasi.

"Saat ini kami tidak memiliki rencana apa pun terkait perundingan langsung. Namun, kami berharap jika perundingan dapat dimulai kembali dalam waktu dekat, kami akan mampu melangkah maju menuju kesepakatan besar," ujarnya.

Mengenai peluang tercapainya kesepakatan, Al Ansari mengatakan belum ada batas waktu yang dapat ditentukan. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga jalur diplomasi tetap terbuka dan mencegah konflik yang lebih luas di kawasan.

Pewarta: Xinhua



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026