Logo Header Antaranews Riau

OJK: Dana asing berbalik masuk, catat net buy Rp1,62 triliun pada Juli 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 14:50 WIB
Image Print
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi memberikan keterangan dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 di Jakarta, Selasa (4/8/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan aliran dana investor asing kembali mengalir ke pasar saham Indonesia setelah sempat didominasi aksi jual sejak awal tahun. Sepanjang Juli 2026, investor asing membukukan net buy sebesar Rp1,62 triliun, seiring pulihnya kinerja pasar modal domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan tekanan jual dari investor asing mulai mereda, mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek pasar saham Indonesia.

"Tekanan jual oleh investor asing di pasar saham juga tercatat mereda sepanjang bulan Juli 2026. Tercatat adanya posisi net buy dari investor asing senilai Rp1,62 triliun," ujar Hasan dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 di Jakarta, Selasa.

Kembalinya dana asing sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di level 6.236,13 pada akhir Juli 2026. Sepanjang bulan tersebut, IHSG melonjak 10,51 persen secara bulanan (month to month/mtm), menandai pemulihan signifikan setelah periode tekanan di pasar.

Tak hanya itu, kondisi pasar modal juga dinilai semakin sehat. Likuiditas meningkat yang tercermin dari rata-rata bid-ask spread yang menyempit menjadi 1,33 persen pada Juli, dibandingkan 1,75 persen pada bulan sebelumnya.

"Ini tentu sejalan dengan arah pemulihan pergerakan harga-harga saham di pasar kita," kata Hasan.

Di pasar obligasi, kinerja juga menunjukkan tren positif. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 430,46 pada akhir Juli 2026, atau menguat 0,14 persen secara bulanan.

Minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) pun tetap tinggi. Hingga 29 Juli 2026, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp6,39 triliun, memperkuat sinyal kepercayaan terhadap instrumen keuangan Indonesia.

Pemulihan pasar keuangan turut tercermin pada industri pengelolaan investasi. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp663,26 triliun per 30 Juli 2026, meningkat 1,59 persen secara bulanan.

Sementara itu, investor reksa dana mencatat net subscription sebesar Rp3,43 triliun sepanjang Juli. Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/ytd), total net subscription reksa dana telah mencapai Rp1,29 triliun, menandakan minat investor terhadap instrumen investasi domestik tetap terjaga.

Kembalinya aliran dana asing dan membaiknya sejumlah indikator pasar menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan Indonesia, sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pemulihan di tengah dinamika ekonomi global.




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026