Logo Header Antaranews Riau

Harga TBS kelapa sawit penetapan Disbun Riau sentuh Rp3.900 per kilogram

Rabu, 29 Juli 2026 11:30 WIB
Image Print
Pekerja mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat panen di kawasan Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh. ANTARA/Syifa Yulinnas

Pekanbaru (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) petani kelapa sawit swasembada di Provinsi Riau naik sebesar Rp. 67,29 per kilogram atau 1,75 persen dari periode sebelumnya, mencapai Rp. 3.913,28 per kg.

Kepala Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengatakan kenaikan harga terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi. Ketentuan ini berlaku untuk satu minggu ke depan, yaitu periode dari 29 Juli hingga 4 Agustus 2026.

"Kenaikan harga TBS selama periode ini masih dipengaruhi oleh kenaikan harga jual minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan khususnya inti sawit yang mengalami lonjakan signifikan dibandingkan minggu sebelumnya," kata Defris Hatmaja di Pekanbaru, Riau, Selasa.

Ia mengatakan harga CPO naik sebesar Rp. 130,44 per kg menjadi Rp. 15.737,50 per kg dibandingkan minggu lalu. Sementara itu, harga inti jagung melonjak sebesar Rp837,88 per kg menjadi Rp14.593,00 per kg minggu ini.

Hal yang sama juga terjadi pada peternak plasma, harga beli minggu depan juga sedikit meningkat sebesar Rp. 54,71 per kg atau mencapai 1,39 persen dari harga periode sebelumnya dan sekarang menjadi Rp. 3.985,26 per kg.

Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga naik sebesar Rp. 101,87 per kg menjadi Rp. 15.737,50 per kg. Sementara itu, harga inti untuk TBS petani plasma juga naik sebesar Rp706,80 menjadi Rp14.953,00 per kg.

Dafris mengatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS, pihaknya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan aturan dan adil bagi kedua belah pihak.

“Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang berujung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026