Logo Header Antaranews Riau

54 jalur berlomba di Tepian Benai

Sabtu, 11 Juli 2026 15:07 WIB
Image Print
Pembukaan Pacu Jalur di Benai (ANTARA/ASRI)
"Lomba pacu jalur sudah viral, perhelatan seni budaya lokal tetap lestari secara berkelanjutan.Pacu jalur tradisional adalah aset daerah"

Teluk Kuantan (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, Riau Muklisin mengatakan bahwa budaya pacu jalur harus terus dilestarikan. Karena merupakan jati diri sekaligus warisan budaya masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Penegasan tersebut disampaikan Plt Bupati Kuansing usai melepas hilir pertama "Pacu Jalur Rayon III" dari 54 jalur yang siap berlomba secara sportife digelar di Tepian Benai, Jumat.

"Pacu jalur bukan sekadar perlombaan tradisional, tetapi juga simbol persatuan,"katanya.

Simbol semangat gotong royong, memperkokoh silaturahmi dan identitas masyarakat Kuantan Singingi yang harus terus dijaga agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Lomba pacu jalur adalah wajah Kabupaten Kuantan Singingi, budaya tersebut tidak akan lekang oleh panas dan tidak akan tergilas arus perkembangan zaman.

Itupun, selama semua pihak terus menjaga, merawat dan melestarikannya secara baik dan optimal.

"Oleh sebab itu, lestarikan dengan baik, penuh semangat dan merasa memiliki," ujarnya.

Pacu jalur adalah aset daerah yang bernilai seni dan budaya, terlebih susah viral secara internasional.

Kedepan, bagaimana menjadikan pacu jalur sesuatu yang dapat mendatangkan ribuan wisatawan dunia hadir di Kuansing.

Untuk diketahui, pacu jalur rayon itu adalah awal menuju Festival Pacu Jalur (FPJ) nasional di Tepian Narosa Kota Teluk Kuantan. ***



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026